Kisah Inspiratif
Kisah Pahlawan Depok Tolong Nenek Epoy di Cianjur yang Terbelit Rentenir untuk Biaya Berobat Cucunya
Nenek Epoy menangis mengetahui hutangnya yang membengkak sudah dibayarkan oleh relawan dari Sekolah Relawan.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Total yang harus ia bayar setiap bulan adalah Rp 450 ribu. Meskipun hutangnya sudah tak berbunga lagi, namun tetap saja Nenek Epoy bingung untuk membayarnya.
Kabar pun sampai ke Sekolah Relawan di Depok, hingga akhirnya Sekolah Relawan mendatangi Cianjur.
"Hari itu kami dari Sekolah Relawan mencoba mendatangi si rentenir itu, berharap hutang Nenek Epoy bisa kami lunasi," ujar Wawan Darmawan perwakilan dari Sekolah Relawan Depok.
Wawan mendengar kabar tersebut dari Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi di Cianjur.
Mereka lantas melobi rentenir untuk membebaskan utang dengan cara tak semuanya dibayar.
"Berkat kerja tim akhirnya kami dapat melunasi hutang mak epoy sebesar Rp 5 juta, dengan menegosiasi dan berlandaskan hukum kami coba membuka hati si rentenir agar mau menerima uang tersebut. Jaazakumullah akhirnya hutang Nenek Epoy selesai dan ia merasa berterima kasih pada para donatur yang menitipkannya kepada kami," kata Wawan.
• Ada-ada Saja, Ini 5 Kelakuan Unik Warga Saat Banjir di Dayeuhkolot dan Baleendah Bandung
Dengan penuh linangan air mata Nenek Epoy mengucapkan rasa syukur kepada tim relawan yang telah membantunya.
"Hatur nuhun pisannya jang tos dibayarkeun hutang emak, semoga anu dipasihan ka emak dilipatgandakan ku gusti Allah SWT jeung selalu dibere kasehatan," kata Nenek Epoy.
Para relawan bersyukur hutang Nenek Epoy sudah selesai, ia pun dapat mencari rejeki kembali tanpa harus memikirkan hutang kembali. Bagai pelangi setelah badai tiba, selalu ada warna dibalik kegelisahan seseorang.
"Namun masih ada beban yang menjadi pikiran Nenek Epoy, selain harus membiayai cucunya sekolah, ia pun memikirkan rumah yang sudah mau roboh itu. Berharap ada bantuan yang mampu memperbaiki rumahnya," kata Wawan. (fam)