Kisah Inspiratif

Kisah Pahlawan Depok Tolong Nenek Epoy di Cianjur yang Terbelit Rentenir untuk Biaya Berobat Cucunya

Nenek Epoy menangis mengetahui hutangnya yang membengkak sudah dibayarkan oleh relawan dari Sekolah Relawan.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Nenek Epoy menerima bantuan dari relawan Sekolah Relawan Depok, di rumahnya di Cianjur, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Wanita lansia, Nenek Epoy (59), seorang janda tua warga Kampung Neglasari RT 01/11, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, harus hidup mengontrak di tanah dan rumahnya sendiri karena terbelit utang kepada rentenir.

Awal cerita ia terbelit utang karena meminjam uang kepada rentenir untuk biaya berobat cucunya.

Di rumah yang hampir roboh, Nenek Epoy selalu memanjatkan doa agar suatu hari ada yang mampu membantu menghapus kesedihannya.

Atap bolong di atas rumahnya selalu ia tatap dan dijadikannya sebagai jalan agar doa Nenek Epoy cepat sampai pada sang pemilik kehidupan.

Nenek Epoy juga harus menghidupi kedua anak dan satu cucu dengan bekerja serabutan hasilnya pun tak menentu. Satu anaknya baru dua minggu bekerja sebagai buruh pabrik di Cianjur. Nenek Epoy berharap anaknya dapat membantu keluarga meskipun dengan penghasilan jauh dari kata cukup.

Honor Tenaga Honorer Sering Dirapel, Ridwan Kamil Minta Ubah Sistem dan Bayar per Bulan

Ada Siklon Wallace, BMKG Keluarkan Peringatan, Gelombang Tinggi Juga Berpotensi Terjang Selatan Jawa

Elan anak Nenek Epoy menceritakan ganasnya jeratan lintah darat.

"Awalnya cuma pinjam Rp 4 juta dengan bunga Rp 800 ribu, namun karena kami tidak sanggup untuk bayar perbulannya makanya jadi nambah bunganya. Sudah dua tahun lebih dan sekarang utang ya menjadi Rp 7,5 juta, jangankan segitu yang Rp 4 juta aja kami susah bayarnya," ujar Elan, Senin (8/4/2019), di Cianjur.

Elan mengatakan, waktu itu Nenek Epoy meminjam uang untuk keperluan cucunya berobat, karena cucunya sudah tak diperhatikan oleh ibunya akhirnya Nenek Epoy yang merawat.

Nenek Epoy menerima bantuan dari relawan Sekolah Relawan Depok, di rumahnya di Cianjur, Senin (8/4/2019).
Nenek Epoy menerima bantuan dari relawan Sekolah Relawan Depok, di rumahnya di Cianjur, Senin (8/4/2019). (Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin)

Nenek Epoy mengatakan, karena utangnya selama dua tahun tak dibayar maka rentenir datang dengan paksaan untuk menandatangani surat perjanjian.

"Ku sabab utang Rp 7,5 juta teu kabayar, si rentenir mere surat ka abdi dititah tanda tangan di atas materai, tapi na abdi nolak ngan tetep weh dipaksa ceunah iyeu mah lain surat perjanjian," kata Nenek Epoy.

Karena tak sanggup bayar, rentenir itu menyodorkan surat jual beli untuk ditandatangani Nenek Epoy, dengan begitu jika hutang tak terbayar rumah yang ditempati menjadi milik rentenir.

Karena merasa tertekan akhirnya Nenek Epoy menandatangi surat itu.

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava, Arahnya Dominan ke Kali Gendol

"Kumaha atuh a, da emak teh bingung jeung sieun, nya nggeus weh ku emak ditandatangan," kata Nenek Epoy.

Selain rumahnya menjadi jaminan, Nenek Epoy pun harus mengontrak di atas rumahnya sendiri dengan sewa 250 ribu per bulan di luar angsuran hutang sebesar Rp 200 ribu perbulan.

Total yang harus ia bayar setiap bulan adalah Rp 450 ribu. Meskipun hutangnya sudah tak berbunga lagi, namun tetap saja Nenek Epoy bingung untuk membayarnya.

Kabar pun sampai ke Sekolah Relawan di Depok, hingga akhirnya Sekolah Relawan mendatangi Cianjur.

"Hari itu kami dari Sekolah Relawan mencoba mendatangi si rentenir itu, berharap hutang Nenek Epoy bisa kami lunasi," ujar Wawan Darmawan perwakilan dari Sekolah Relawan Depok.

Wawan mendengar kabar tersebut dari Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi di Cianjur.

Mereka lantas melobi rentenir untuk membebaskan utang dengan cara tak semuanya dibayar.

"Berkat kerja tim akhirnya kami dapat melunasi hutang mak epoy sebesar Rp 5 juta, dengan menegosiasi dan berlandaskan hukum kami coba membuka hati si rentenir agar mau menerima uang tersebut. Jaazakumullah akhirnya hutang Nenek Epoy selesai dan ia merasa berterima kasih pada para donatur yang menitipkannya kepada kami," kata Wawan.

Ada-ada Saja, Ini 5 Kelakuan Unik Warga Saat Banjir di Dayeuhkolot dan Baleendah Bandung

Dengan penuh linangan air mata Nenek Epoy mengucapkan rasa syukur kepada tim relawan yang telah membantunya.

"Hatur nuhun pisannya jang tos dibayarkeun hutang emak, semoga anu dipasihan ka emak dilipatgandakan ku gusti Allah SWT jeung selalu dibere kasehatan," kata Nenek Epoy.

Para relawan bersyukur hutang Nenek Epoy sudah selesai, ia pun dapat mencari rejeki kembali tanpa harus memikirkan hutang kembali. Bagai pelangi setelah badai tiba, selalu ada warna dibalik kegelisahan seseorang.

"Namun masih ada beban yang menjadi pikiran Nenek Epoy, selain harus membiayai cucunya sekolah, ia pun memikirkan rumah yang sudah mau roboh itu. Berharap ada bantuan yang mampu memperbaiki rumahnya," kata Wawan. (fam)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved