Sains
Mengenal Sesar Lembang, Disebut LIPI Masuk Siklus Pelepasan Energi, Warga Pernah Diminta Tak Panik
Lantas, agar kita semakin waspada (namun tak panik) dan meningkatkan mitigasi (pengurangan dampak), tak ada salahnya kita kembali mengenal Sesar Lemba
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Meskipun gempa bumi belum dapat diprediksikan kapan terjadinya, potensinya masih bisa dikalkulasikan dan dipetakan.
Karena itu, mitigasi bencana atau langkah pengurangan dampak bencana, harus disusun berdasarkan potensi yang sudah dipetakan itu.
"Mitigasi harus diidentifikasi mana daerah yang paling padat bangunan, mana rumah yang tidak memenuhi standar keamanan gempa, lalu kalau terjadi gempa di daerah yang efek atau dampak nya kan masih itu, bagaimana penanganannya. Jadi harus mendata ulang seluruh bangunan menghadapi potensi gempa," ujar Dosen Geologi Insitut Teknologi Bandung (ITB), Ir Benjamin Sapiie Phd.
"Dan edukasi kepada masyarakat, khususnya misalkan masyarakat yang tinggal di sekitar 50 meter dari sesar Lembang, bagaimana yang harus dilakukan kalau terjadi gempa," sambungnya.
Bandung pun, kata dia, harus mencontoh daerah yang mitigasi bencananya sudah cukup baik, misalnya di Padang.
Di sana, sudah sering dilakukan pelatihan mitigasi secara rutin.
"Sudah kami usahakan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, jadi memang harus ada edukasi yang masif. Yang saya tahu di Padang sudah cukup bagus mitigasinya, karena mereka sudah banyak berlatih, karena kawasan tersebut juga berbahaya dan Bandung harus menyontoh Padang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sesar-lembang-1.jpg)