Jumat, 15 Mei 2026

Sains

Mengenal Sesar Lembang, Disebut LIPI Masuk Siklus Pelepasan Energi, Warga Pernah Diminta Tak Panik

Lantas, agar kita semakin waspada (namun tak panik) dan meningkatkan mitigasi (pengurangan dampak), tak ada salahnya kita kembali mengenal Sesar Lemba

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Google Maps
Sesar Lembang 

"Jadi ada segmen satu, dua dan tiga, atau segmen barat, tengah, dan timur. Jadi, tidak secara serta-merta dia bergerak secara bersamaan, pasti segmen per segmen," kata Asdani.

Alat Deteksi Gempa Buatan Agus Obrek, Linibell, Mulai Banyak Dipesan, Pemkab Bandung Barat Pesan 300

Lebih lanjut, kata Asdani, jika dibandingkan dengan Patahan Opak yang membentang dari pesisir Pantai Bantul hingga ke Prambanan sepanjang 40 kilometer dengan arah 30 derajat Timur Laut, Sesar Lembang tidak seaktif patahan yang mengakibatkan gempa Yogyakarta pada 2006 itu.

Pasalnya, Sesar Lembang tak seperti Patahan Opak yang berdekatan dengan sumber gaya gempa buminya, yaitu subduksi di selatan Yogyakarta.

Mudrik juga pernah membantah soal informasi tak benar bahwa kekuatan gempa Sesar Lembang bakal sebesar 8,0 SR.

"Kalau (magnitudo) 8,0 itu kekuatan luar biasa besar dengan skala ratusan kilometer. Sementara kalau di sesar Lembang dia panjangnya 29 kilometer," jelasnya.

Warga Diminta Tak Panik

Tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap bencana gempa, masyarakat diminta tidak panik dan resah dengan adanya Sesar Lembang, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman bencana, baik gempa bumi maupun lainnya.

Namun, masyarakat jangan sampai panik atau justru menyebar kepanikan.

Ridwan Kamil mengatakan ada beberapa keluhan dari warga yang sampai kepadanya.

Mereka mengaku ketakutan dengan potensi bencana yang dipicu aktivitas geologi Sesar Lembang. Hal tersebut pun dirasakan istrinya yang ikut panik.

"Pada dasarnya semua potensi bencana ada saja. Tapi jangan sampai membawa jurnalisme yang membuat panik," kata pria yang akrab disapa Emil tersebut, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/10/2018).

Kabar Terbaru, Gempa Magnitudo 5,8 di Lombok Timur Akibatkan 4.400 Rumah Rusak Berat

Emil mengaku telah menyiapkan sebuah program untuk penanganan bencana termasuk edukasi kepada masyarakat. Program yang dia siapkan diberi nama West Java Resilience Culture Blue Print.

Pembuatan dokumen tersebut sebagai upaya antisipasi bila Jawa Barat menghadapi bencana.

"Saya sampaikan intinya respon saya terhadap semua musim bencana ini karena sudah takdirnya kita hidup di tanah yang bergerak, gunung banyak. West Java Resilience Culture Blue Print ini akan kita kebut," katanya.

Perlunya Mitigasi Bencana

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved