Minggu, 12 April 2026

Indera Penciuman Anda Tiba-tiba Hilang? Waspada, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sebelumnya, ditemukan kehilangan indera penciuman ternyata berkaitan dengan penyakit alzheimer dan parkinson tahap dini.

Penulis: Ravianto | Editor: Ravianto
Ilustrasi Anosmia, gangguan kesehatan penciuman 

TRIBUNJABAR.ID - Waspadalah ketika indera penciuman tak lagi tergoda wangi parfum ataupun sedapnya aroma makanan. Ada kemungkinan kita menderita penyakit serius. 

Penelitian baru menemukan pria dan wanita yang kehilangan ketajaman indera penciuman lebih rentan enam kali untuk meninggal dalam lima tahun ke depan.

Ketidakmampuan mengidentifikasi ikan, mawar, kulit, jeruk, dan pepermint, lima aroma yang digunakan dalam penelitian, dapat memprediksi kematian dalam lima tahun.

Temuan ini memang aneh dan mengejutkan namun penciuman yang buruk menaikkan risiko kematian lebih dari penyakit medis termasuk kanker.

Peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, memburuknya penciuman tak secara langsung menyebabkan kematian.

Berkurangnya penciuman itu merupakan peringatan dini atas sesuatu yang berjalan tak semestinya.

Mereka percaya bahwa uji penciuman sederhana bisa digunakan untuk mengidentifikasi lansia yang paling berisiko mengalami kematian dini.

"Dari semua indera manusia, penciuman termasuk paling diremehkan, sampai penciuman itu hilang," ujar Jayant Pinto, peneliti dari University of Chicago.

Baca: Heboh di Instagram, Kepsek SMP St Ursula Bandung : Kabar Ada Orang Mencurigakan Itu Tidak Benar

Baca: Fakta Unik! Pemain dan Klub Asal Prancis Punya Nasib Berbeda di Liga Europa

Para ahli dari Inggris memperingatkan masyarakat untuk tidak panik. Menurut mereka, diperlukan riset lebih jauh untuk mengonfirmasi kebenaran penelitian tersebut.

Riset yang pertama meneliti penciuman dan kematian ini melibatkan lebih dari 3.000 pria dan wanita usia 57 dan 58.

Mereka diminta menjalani tes penciuman tiga menit. Mereka diminta mencium wangi yang diberikan lewat peralatan yang mirip ujung pena dan diberikan empat jawaban yang mungkin.

Mereka menjalani tes ini selama lima kali. Wewangian yang diberikan diurutkan dari yang mudah ke sulit, pepermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit.

Sebagian besar pria dan wanita itu paling tidak menjawab empat pertanyaan dengan benar. Itu artinya, mereka memiliki penciuman normal. Hampir 20 persen hanya mengidentifikasi dua atau tiga. Ini menandakan sedikit berkurangnya penciuman.

 Sekitar 3,5 persen hanya menjawab satu dengan benar atau salah semua. Mereka ini dikatakan menderita anosmic atau kehilangan penciuman sama sekali.

Lima tahun kemudian, 430 pria dan wanita itu meninggal. Mereka yang gagal dalam tes tersebut sekitar enam kali lebih berisiko meninggal dibandingkan mereka yang memiliki penciuman sehat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved