Cerpen Adi Zamzam
Hanya Firman Tuhan
Sekali ia melihat kemungkaran di jalan, tangannya takkan ragu memukul dan kakinya takkan segan menendang.
Mimpi itu muncul lagi tiga hari berikutnya, dan muncul lagi setiap kelipatan tiga hari berikutnya. Terus saja muncul meski lelaki ini telah membaca doa sebelum tidur, yang kadang dirangkai dengan doa-doa yang ia anggap mujarab untuk mengusir Setan.
Ia terus saja memikirkan mimpi itu hingga akhirnya memilih pindah sejenak, tinggal di tempat sunyi—terpisah dari keramaian—untuk menjernihkan isi kepala. Barangkali saja mimpi itu akan mengendap dengan sendirinya setelah ia terpisah dari hiruk-pikuk tubuh kehidupan. Barangkali.
Tapi mimpi itu tetap mendatangi dan membisikinya dengan kalimat yang sama.
"Aku sungguh tak berkenan jika engkau masih memusuhi orang-orang yang tidak memusuhimu...."
"Tapi mereka tidak mengambil agama-Mu sebagai pelindung."
"Tak adakah cara kasih sayang untuk berbicara?" suara agung itu.
Saat itulah tiba-tiba tubuh lelaki ini seperti terjerembap ke dalam sebuah lorong waktu. Di dalam lorong waktu itu, ia melihat berjuta-juta manusia yang tak seagama dengannya, tapi tetap dapat merasakan limpahan cinta kasih Tuhan; sinar matahari, hujan, udara bebas, dan terutama hamparan bumi. Dengan napas tersengal lantaran peristiwa kilat seolah benar-benar telah menyedot raganya, lelaki ini coba mencerna peristiwa barusan.
Bahkan hingga ia terbangun dari mimpi, pikiran itu tak pernah dilepaskannya.
Ia merasa ada yang salah dengan mimpi itu. Ia merasa ingin terus bercakap dengan suara yang mengaku Firman Tuhan itu. Ia ingin mendebat kalimat yang selama ini terus menguntit mimpi-mimpinya itu.
Hingga akhirnya kesempatan itu datanglah.
"Aku tak akan memperkenankan surgaku untukmu jika kau masih menyimpan kebencian dalam dada."
"Ah, kau kan hanya Firman Tuhan. Bukan kau pemilik surga," lelaki ini akhirnya bisa membantah dengan nada nyinyir sebelum kemudian buru-buru bangun dari mimpi.
Dan ia berjanji tak akan kapok untuk selalu mendebat Setan yang mengaku-aku sebagai Firman Tuhan dalam mimpinya itu. Tak akan.
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hanya-firman-tuhan_20170408_231151.jpg)