Sorot
Masih Tentang Pungli
KITA sebenarnya sangat paham, dampak buruk akibat praktik pungutan liar yang dikenal dengan pungli ini.
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Mereka menggunakan kekuasaan untuk menguntungkan kelompok dan pribadi serta yang menjadi objek adalah masyarakat yang mau tidak mau harus membayarnya.
Mitos tentang pungli pun dianggap sebagai sesuatu yang wajar serta lumrah karena sebelumnya negara dan pemerintah tidak menganggap praktik-praktik pungli itu bukan suatu pelanggaran dan berdampak serius bagi moral manusia.
Karena itu pungli dianggap sebagai mitos yang baik dan tidak merugikan serta berdampak negatif terhadap produktivitas dan moral manusia Indonesia.
Akhirnya, stigma dan pandangan tentang praktik pungli di berbagai bidang pasti akan dapat ditumpas habis. Asal ada kemauan politik pemerintah.
Dan harus dimulai secara top down, yaitu dari mulai presiden, kabinet, lembaga negara sampai ke pelosok wilayah terkecil yaitu desa.
Sependek pemikiran, saya melihat, Presiden Jokowi sudah melakukan tindakan yang luar biasa untuk melawan mitos pungli.
Begitupun dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang berani memecat para kepala sekolah yang terlibat pungli.
Pertanyaannya, adakah keberanian untuk memecat pejabat-pejabat yang kedapatan melakukan pungli? (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Selasa (25/10/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dicky-fadiar-djuhud-wartawan-tribun-ngopi_20160112_082242.jpg)