Sorot

Masih Tentang Pungli

KITA sebenarnya sangat paham, dampak buruk akibat praktik pungutan liar yang dikenal dengan pungli ini.

Masih Tentang Pungli
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR

Oleh Dicky Fadiar Djuhud, Wartawan Tribun Jabar

 

KITA sebenarnya sangat paham, dampak buruk akibat praktik pungutan liar yang dikenal dengan pungli ini.

Sangat luar biasa buruknya dan dahsyat terhadap budaya kita secara tidak terlihat.

"Pungli sebesar Rp 10.000 pun akan saya babat habis," itulah pernyataan Presiden Joko Widodo menjawab kritik atas kehadirannya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Metro Jaya di Departemen Perhubungan belum lama ini.

Ya. Jokowi sudah menabuh genderang perang, setop pungli! Keyakinan saya pun bertambah bahwa budaya pungli ini, pasti bisa kita ubah asal saling mendukung satu sama lainnya untuk mengingatkan, menegur, dan kompak.

Peran aktif masyarakat akan menjadi kunci suksesnya perang melawan pungli ini, sehingga saya dan masyarakat Indonesia benar-benar mempunyai sebuah harapan baru, menjadi masyarakat yang akan hidup lebih makmur serta sejahtera. Amin.

Prihatin, memang. Budaya atau kebiasaan kita sangat permisif dan selama ini menganggap praktik pungli menjadi bagian budaya dan dianggap hal yang wajar. Karena itu walaupun melihat di depan mata, kita tidak pernah memedulikannya, apalagi mencegahnya.

Terbaru. Sungguh sangat ironis permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di Kota Bandung (pungli, 9 kepala sekolah favorit dipecat).

Miris. Di tengah-tengah gencarnya upaya pemberantasan buta huruf melalui program wajib sekolah sembilan tahun dan tanpa dipungut biaya bagi kalangan tertentu.

Halaman
123
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved