Cerpen Toni Lesmana
Lakon Borok
SEBUAH pertigaan tengah kota. Trotoar di depan gedung kesenian yang mau ambruk. Bergelimpangan tubuh-tubuh budug tanpa selimut.
Editor:
Hermawan Aksan
Ilustrasi Lakon Borok
"Enak saja! Tak ada yang gratis dalam hidup ini! Pergi." Sarah mengacungkan pecut. Orang itu pergi sempoyongan sambil menirukan bacaan shalat yang terdengar dari pengeras suara masjid agung.
Seseorang berkopiah berjalan tergesa. Berhenti, sejenak. Melempar uang ke dalam mangkuk kosong. Berlari ke arah masjid. Borok ngorok. Sarah menguap sambil mengusap air mata. Bulan nanah masih terbahak di atas runcing kubah. Celurit angin masih mengiris.
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lakon-borok_20161022_214451.jpg)