Cerpen Yus R Ismail
Hari Paling Aneh dalam Hidup Saya
TIDUR saya tentu terganggu. Teriakan minta tolong itu melengking peluit kereta. Saya keluar dari gubuk.
"Bayangan? Maksudnya?"
"Ya, bayangan saya hilang waktu sedang berjemur di atas batu. Kata dongeng, bayangan saya itu dicuri manusia."
Saya tertawa. "Lagian, siapa yang suruh percaya dengan dongeng?"
"Bangsa ular tidak punya sejarah! Adanya dongeng! Jadi dongeng adalah panduan!"
Saya mundur selangkah mendengar nada bentakan halilintar itu. Ular belang itu berdiri dan mendekati saya.
"Kamu mau apa? Mau matuk saya?" Saya mundur lagi selangkah. Ular itu pun maju lagi. "Saya tidak mencuri bayanganmu!"
"Kalian manusia sama saja, pembuat onar di bumi ini!"
Saat mundur selangkah lagi, kaki saya terantuk batu. Saya jatuh. Ular itu maju sampai dua puluh senti lagi di wajah saya. Tentu saya menyesal menolongnya. Saya memejamkan mata. Saya pasrah kalau dia mematuk saya. Tapi yang terdengar suara gelisirnya. Waktu saya membuka mata, ular itu sudah masuk setengah badan ke dalam semak-semak.
Huh! Saya mengeluarkan napas berat.
**
HARI yang aneh. Tadi pagi saya pergi ke pabrik tempat saya bekerja. Langkah saya begitu berat. Saya tidak bawa apa-apa, tapi beban yang menindih dua puluh karung batu. Pabrik menuntut ini dan itu. Rumah kurang ini dan itu. Entah langkah keberapa, beban itu mulai berkurang dan menghilang sama sekali. Tapi kaki saya melangkah ke arah yang tidak terkirakan sebelumnya.
Lima jam lebih saya berjalan tanpa berhenti. Memasuki keramaian kota, pinggir jalan tol, dan ke perkampungan demi perkampungan. Akhirnya sampai ke sebuah gubuk di pinggir sawah. Saya beristirahat dan tertidur. Begitulah, tidur saya tidak lama karena terganggu teriakan ular belang kurang ajar itu.
Saya kembali ke arah gubuk mau meneruskan kembali tidur yang belum tuntas. Tapi baru tiga langkah ada yang memanggil saya.
"Hey hey hey...! Jangan marah jangan bingung. Kemarilah, kamu perlu mendengar kegembiraan saya."
Saya berkeliling mencari yang bicara. Selembar daun flamboyan melambai-lambai. Sialan! Tadi ular, sekarang selembar daun? Sakit apa saya ini? Tapi kaki melangkah juga mendekati pohon flamboyan yang sedang berbunga itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hari-paling-aneh-dalam-hidup-saya_20160827_214315.jpg)