Teras

Teras: Aub

BAGI orang-orang akademis, pepatah tersebut mungkin disebut sebagai pepatah....

Penulis: cep | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Cecep Burdansyah, Pemimpin Redaksi Tribun Jabar. 

Di situlah tantangan bagi orang yang teuneung dan ludeung.

Dia akan bisa membedakan mana peluang dan mana ancaman. Peluang akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, ancaman akan diatasi, tapi tidak dengan jalan menghindari dari kancah pergaulan.

Dalam tradisi filsafat Yunani, kita mengenal sosok Socrates sebagai orang yang suka bergaul.

Setiap hari ia selalu mencari pemuda, mengajak berdialog segala macam hal, mempertanyakan segala sesuatu untuk tidak begitu saja diterima, tapi harus ditelisik, dipikirkan.

Ia sosok yang mengajak orang-orang untuk aub dalam setiap persoalan untuk dicari penjelasannya, bukan untuk dihindari. Dia layak disebut cendekiawan.

Sungguh ironis, di milenia ketiga, sebuah organisasi yang mengaku sebagai himpunan para cendekiawan, yaitu Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, mengusulkan kepada pemerintah agar memblokir Google dan Youtube.

Ini menunjukkan kebodohan yang luar biasa. Hanya karena orang sering mengakses hal-hal yang berbau porno di Google dan Youtube, maka langsung mengidentikkan kedua mesin pencari itu sebagai situs porno. Jauh dari kecendekiaan.

Untuk memahami perbedaan Google dan Youtube dengan situs porno, kawan saya yang ahli dalam teknologi informasi memberikan ilustrasi yang sederhana.

Ibarat kita pergi ke pasar pusat penjualan CD, lalu di situ ada satu pedagang yang menawarkan atau menjual CD porno, apakah pusat penjualan CD itu harus ditutup?

Anehnya, para cendekiawan yang menghimpun dalam organisasinya itu membuat kita tertawa.

Kita tidak tahu apakah permintaan pemblokiran itu karena tidak memahami demokrasi, tidak memahami teknologi informasi, atau karena kepeleset saja.

Saya teringat pada Gus Gur ketika ICMI berdiri.

Dia termasuk yang diajak untuk bergabung, tapi menolak.

Tak terbayang apabila beliau masih hidup. Pasti dia akan tertawa, dan gaya tertawanya yang selalu saya rindukan. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (13/6/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved