Teras

Teras: Aub

BAGI orang-orang akademis, pepatah tersebut mungkin disebut sebagai pepatah....

Teras: Aub
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Cecep Burdansyah, Pemimpin Redaksi Tribun Jabar. 

“HIRUP mah kudu aub jeung batur,” begitulah pepatah dalam Bahasa Sunda.

Bagi orang-orang akademis, pepatah tersebut mungkin disebut sebagai pepatah yang mengandung kearifan lokal.

Arti kalimat tersebut, kurang lebih, hidup itu harus bergaul dengan orang lain, jangan mengisolasi diri.

Maknanya sebetulnya sangat sederhana, selain sebagai individu, manusia adalah entitas sosial. Tak bisa lepas dari orang lain.

Bahkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, satu sama lain saling tergantung.

Sederhananya, seberlimpah apa pun kita dengan uang, ketika di dalam perjalanan ban mobil kita pecah, kita tak bisa mengerjakan sendiri.

Itu makna sederhananya. Makna lahir karena dalam memenuhi kebutuhan lahir kita betul-betul tergantung pada keberadaan orang lain.

Dalam ekonomi, transaksi ada karena kita butuh barang atau jasa yang kita perlukan tapi kita tak bisa memproduksinya.

Makna lebih luasnya, aub jeung batur tidak sekadar berbasis lahiriah, tapi juga batin dan intelektual.

Karena berbasis dua dimensi itulah, maka pepatah hirup kudu aub jeung batur itu mensyaratkan kita tidak sekadar bergaul dengan orang lain secara fisik, tapi juga dengan karya orang lain, misalnya buku, karya seni, teknologi, dan sebagainya.

Halaman
123
Penulis: cep
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved