Sorot

Kontemplasi

MERUPAKAN waktu yang tepat untuk menyingkirkan puing sekaligus bongkahan dosa.

Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
ISTIMEWA / DOKUMENTASI PRIBADI FACEBOOK
Agung Yulianto Wibowo, Wartawan Tribun Jabar. 

Sebelum salat Jumat pada pekan lalu di sebuah masjid di Antapani, seorang ustaz mengingatkan kepada jemaah tentang apa yang membatalkan puasa, dan apa yang menghilangkan pahala puasa.

Sebaiknya di bulan suci ini benar-benar dimanfaatkan umat Islam untuk beribadah.

"Kalau mau beli baju baru atau belanja, sebaiknya sebelum puasa. Pada saat puasa, kita lebih khusyuk, karena sudah tidak berpikir belanja atau baju baru lagi. Kita harus lebih banyak merenungkan diri," ujarnya.

Kolaborasi kesadaran akan kerendahan dan kesalahan diri dengan keyakinan pada Sang Pencipta, mampu menghasilkan kontemplasi yang sempurna.

Perenungan diri bisa membentuk manusia yang lebih beradab, santun, dan memanusiakan manusia, seperti perang lumpur, yang tak menyisakan dendam pada saat acara berakhir.

Bulan suci ini juga jadi kesempatan umat Muslim menampilkan wajah Islam yang tegas, damai, dan toleran. Semoga pada bulan suci ini kita mampu meraih kesempurnaan dalam berkontemplasi.

Marhaban ya Ramadan.. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Selasa (7/6/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved