Coffee Break

Perkosa

KATA perkosa atau perkasa berasal dari prakosa (Sanskerta) yang berarti gagah, kuat, keras. Jelas, maknanya positif.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Hermawan Aksan. 

Keperkasaan seperti itu, bagi sebagian laki-laki, adalah kebanggaan dan menambah kepercayaan diri. Sebaliknya, mereka yang sudah "tidak perkasa" mungkin saja akan kehilangan rasa percaya diri.

Tapi bagaimana dengan hubungan seksual secara paksa, apalagi dilakukan secara keroyokan terhadap remaja 14 tahun di Bengkulu dan gadis 19 tahun di Manado—yang dua di antaranya diduga aparat kepolisian; yang dilakukan seorang guru SD kepada muridnya; yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya? Bagaimana mungkin tindakan yang sangat biadab dan pengecut dianggap gagah dan perkasa?

Kita mungkin membutuhkan kata lain untuk menggantikan kata memerkosa, apalagi menggagahi. Risi rasanya mengucapkan kata yang kedua itu.

Seorang teman bilang kata menggagahi mulai dipakai pada pertengahan 1970-an. Mungkin benar. Hanya saja, saya tidak habis pikir, mengapa memakai kata itu? Demi eufemisme dari memerkosa?

Dalam berita utamanya di halaman 1 beberapa hari lalu, harian Kompas lebih banyak memakai kata kekerasan seksual atau kejahatan seksual alih-alih pemerkosaan.

"TR (51), Kepala SDN 3 Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, melakukan kekerasan seksual terhadap 12 siswanya," tulis Kompas.

Seorang teman mengusulkan sebuah kata dari bahasa Sunda, ngagadabah. Boleh juga. Mungkin kata ini bisa diserap ke bahasa Indonesia menjadi menggedabah.

Beberapa teman yang lain mengajukan kata bahasa Jawa rudo pekso. Kata ini rupanya bahkan sudah masuk ke KBBI menjadi rudapaksa, dan artinya memang perkosa.

Apa pun kata yang dipakai, yang pasti, sekali lagi, memerkosa atau menggagahi sungguh bukanlah tindakan gagah, melainkan kejahatan.

Senista-nistanya kejahatan. Kata Presiden Jokowi, "kejahatan luar biasa."

Saya sepakat dengan Jokowi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved