Breaking News:

Cerpen Risda Nur Widia

Kelepak Sayap Malaikat Kematian

TAK pernah menyangka sebelumnya sekelebat cahaya yang melintas di depannya itu kini tiba-tiba berubah menjadi sesosok mahkluk dengan sepasang sayap...

Ilustrasi Kelepak Sayap Malaikat Kematian 

Pria itu menjadi seonggok tubuh tanpa daya yang tak dapat menolak kekuasaan.

"Kau tak dapat berdusta. Langit terus merekamnya," kata malaikat itu seperti petir yang menyambar; membuat tubuh dan tulang-tulangnya bergetar. "Bumi melihatnya."

"Ini semua tak nyata!" Pria itu kembali berkilah. "Ini semua hanya mimpi!"

"Masih ada ribuan peristiwa yang terekam di sayap-sayapku. Aku telah merekam segalanya. Ketika kamu terbangun di pagi hari, hingga tertidur di malam hari," ujar sosok bersayap itu.

"Tidak! Itu bukan aku. Ini semua tidak nyata!"

"Aku mencatatnya. Langit dan bumi merekamnya."

Pria itu terus mencoba meronta dan memekik meminta tolong. Akan tetapi, ia tergeregap ketika sekali lagi lidahnya ikut melompat keluar dari rongga mulutnya, kemudian mengatakan segalanya dengan jujur dan jelas di hadapan malaikat itu. Lidah itu pun berlari meninggalkannya. Ia pun terbenam menjadi sosok tanpa kaki, tangan, dan lidah. Genap ia seperti seonggok mayat tanpa daya.

**

TIBA-TIBA pria itu terbangun dari tidur paling mengerikan di dalam hidupnya. Semua itu hanya mimpi! Pria paruh baya itu merasa sangat lega ketika mendapati semua itu hanya sebuah bunga tidur. Ia pun dapat bernapas longgar mengetahui sepasang tangan dan kakinya masih utuh di tempat. Namun mimpi itu mendadak kembali menjadi nyata, setelah ia menyadari lidahnya tak lagi ada.

Berhari-hari ia akhirnya sibuk mencari lidahnya. Ia mulai kebingungan karena di segala tempat lidahnya tak juga ketemu. Hingga akhirnya hanya puing putus asa yang berserak di hidupnya. Pun beberapa hari selanjutnya setelah lelah mencari lidahnya yang tak kunjung ketemu, ia menjadi seorang yang linglung. Bahkan ia sering kebingunagan saat diajak berbicara; tak mengerti setiap percakapan yang dilakukan orang lain. Kepalanya pun kerap terasa pusing ketika mendengarkan percakapan. Selain itu, ia sering mengamuk tanpa sebab dan mendengus seperti seekor anjing terkena rabies.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved