Sorot
Instan
CARA instan pun terjadi di dunia olahraga.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Di Persib, ada dua pemain muda yaitu Febri Haryadi dan Gian Zola, yang menonjol saat diturunkan di Piala Sudirman.
Dari dua pemain muda inilah, mata pelatih terbuka untuk memakai jasa pemain muda lainnya. Akhirnya tim pelatih Persib memanggil lagi empat pemain muda lainnya yaitu Jujun Saepulloh, Agung Mulyadi, Ary Ahmad dan Sugianto.
(baca: VIDEO: Kisah Pria Tua Pengayuh Becak yang Setiap Hari Jumat Menggratiskan Penumpangnya)
Memang selain Zola dan Febri, keempat pemain muda itu hanya ‘sebagai pelengkap’ saat skuat Persib kekurangan pemain karena ditinggal mayoritas pemain inti yang hengkang ke klub lain.
Tapi di era pelatih Dejan Antonic, para pemain muda ini diyakini bukan lagi ‘pemain pelengkap’.
Dejan memang pelatih yang percaya akan kemampuan pemain muda.
Tengok pemain muda yang berhasil digodoknya menjadi pemain berkualitas, semisal Rizky Pellu, Faturrahman, Kim Kurniawan, Rahmat Hidayat, David Laly, dan pemain-pemain muda lainnya.
Di tangan Dejan, harapan pemain muda untuk bisa instan mencicipi liga profesional sudah di depan mata. Syarat dari Dejan pun tak begitu sulit yaitu mau bekerja keras dalam melahap setiap program latihan, disiplin, dan bisa menunjukkan kualitas permainan selama latihan.
Meskipun pelatihnya asing, tapi inilah saatnya pemain muda hasil binaan Diklat Persib unjuk gigi.
Ini baru awal, mudah-mudahan para pemain muda inilah yang bakal menjadi tulang punggung Persib di kemudian hari, seperti era perserikatan di mana pemain lokal binaan sendiri menjadi kekuatan utama Persib. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (5/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/oktora-veriawan-di-prambanan_20160205_084830.jpg)