Sorot

Uang Palsu

KONDISI malam hari dan mengantuk adalah situasi yang aman untuk melakukan kejahatan ini.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

Lalu di Sukabumi, polisi berhasil menangkap dua orang pengedar uang palsu berikut barang bukti sebanyak 1.118 uang palsu pecahan Rp 50.000.

Modusnya serupa, sindikat ini membelanjakan uang di toko-toko kecil. Kejamnya, mereka hanya membeli barang dengan harga tak lebih dari Rp 10.000. Dengan cara ini, mereka akan mendapatkan kembalian uang asli. Jahat bukan?

Karena mereka sudah beoperasi setahun, tentu sudah banyak lembaran uang palsu beredar di masyarakat. Dan bisa jadi uang itu ada di dompet kita.

Silakan dicek! Lalu bagaimana jika kita menemukan uang palsu? Jangan dirobek atau dibuang ke tempat sampah.

Jika Anda peduli dengan pemberantasan uang palsu, maka segeralah melapor ke polisi atau Bank Indonesia.

Uang palsu itu akan dipelajari dan menjadi barang bukti untuk menangkap para pelaku kejaharan ini

Sindikat kejahatan uang palsu ditengarai juga masih banyak yang gentayangan di masyarakat.

Maka, waspadalah. Tindakan yang paling mungkin kita lakukan adalah mengikuti cara yang kerap disosialisasikan pihak bank, formula 3D: dilihat, diterawang, dan diraba.

Perhatikan! Jika warna lembaran uang buram, maka itu uang palsu. Uang asli berciri ada OVI di pojok dan benang pengaman. Lalu uang kertas asli apabila diraba-raba pada bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan akan berasa kasar, dan uang palsu licin.

Kemudian diterawang. Uang asli, pada sebelah kanan terdapat gambar pahlawan, lalu di bawah nilai nominal terdapat lingkaran bertuliskan Bank Indonesia.

Jika 3D tak membantu, doa adalah jurus terakhir.

Anda bisa merapalkan doa seperti yang dilakukan pemilik toko sembako. Tetapi mendoakan yang baik, itu lebih dianjurkan dan melegakan hati. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (4/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved