Ibu dan Anak
Smart Woman! Si Kecil Sakit Perut Itu Biasa, Tapi Bisa Jadi Serius Loh! Ini Penjelasannya
NAMUN, sakit perut juga bisa menjadi pertanda sakit serius...
Psikogenik
Illustrasi. (foto: shutterstock)
Sakit perut juga bisa disebabkan kondisi psikis yang tertekan. Misalnya, pada tipe anak yang mudah stres, atau anak yang selalu ingin tampil sempurna.
“Sakit perut psikogenik ini bukan merupakan kasus klinis, tapi lebih ke psikologis,” ujar Nia.
Sakit perut psikogenik bisa timbul berulang di saat tertentu ketika anak akan beraktivitas. Tanpa disertai gejala lain seperti diare, konstipasi, mual, muntah, hilang nafsu makan, atau karena mengonsumsi makanan tertentu.
Hanya, gejalanya berulang pada situasi psikis anak sedang terganggu, misalnya saat akan berangkat sekolah atau akan menghadapi ujian. Jika penyebabnya sudah bisa dilewati atau relatif tenang, akan hilang sendiri.
LIHAT JUGA: VIDEO: Wuussh. . ! Serunya Mobil Listrik Karya Mahasiswa Indonesia Adu Kecepatan di Bandung
Sakit perut juga bisa dibedakan berdasarkan usia. Pada anak usia di bawah 4 tahun atau di atas 15 tahun, sakit perut sebagian besar disebabkan faktor organik.
Waspadai macam-macam infeksi maupun riwayat ulcers (luka lambung) pada keluarga.
Ingat, yang paling penting waspadai gejala usus buntu!
Pada anak usia di atas 5 tahun hingga 14 tahun, sakit perut biasa disebabkan faktor disfungsional. Waspadai pola makan anak atau konsumsi susunya.
Bila ditengarai ada riwayat alergi dalam keluarga atau frekuensi buang air besar berkurang, segera konsultasikan ke dokter anak.