Senin, 13 April 2026

Ibu dan Anak

Smart Woman! Si Kecil Sakit Perut Itu Biasa, Tapi Bisa Jadi Serius Loh! Ini Penjelasannya

NAMUN, sakit perut juga bisa menjadi pertanda sakit serius...

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
shutterstock
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Anda tentu panik bila melihat si Kecil tiba-tiba menangis menahan sakit sambil memegang perutnya.

Belum lagi, bila anak jadi tak mau makan dan malah muntah-muntah.

Biasanya, penyebab sakit perut tidak fatal. Masuk angin, salah makan, intoleransi susu, atau terlambat makan merupakan penyebab umum sakit perut yang kerap terjadi.

Namun, sakit perut juga bisa menjadi pertanda sakit serius, seperti usus buntu, kolik, atau infeksi saluran kemih.

Jadi, penting bagi para orangtua untuk lebih peka mengenali gejala sakit perut, sehingga bisa tepat menanganinya sebelum menjadi hal yang fatal!

Akan tetapi, memberikan pertolongan pertama pada kasus sakit perut anak tak bisa sembarangan. Tetap dibutuhkan observasi dan petunjuk dari gejala lain yang menyertainya.

BACA JUGA: Gagal Diet? Ini Metode Rahasia Diet Dari Cina Yang Ampuh Dan Buktikan Khasiatnya

Spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara, Jakarta, dr. Nia Niasari, Sp.A menerangkan, sakit perut bisa dikenali dari gejala penyerta, usia anak, sampai gejala sakit perutnya itu sendiri.

Sakit perut, papar Nia, berdasarkan penyebabnya dapat diklasifikasikan ke dalam tiga golongan, yaitu organik, disfungsional, dan psikogenik.

Organik
Sakit perut organik adalah nyeri yang diakibatkan gangguan organ, baik di luar maupun di dalam organ pencernaan.

Pada beberapa kasus, sakit perut organik disertai demam tinggi dan hilang nafsu makan.

Misalnya, infeksi pada usus halus lalu menyebar ke selaput usus, hingga mengenai selaput yang menempel di dinding perut.

Pada area ini terdapat banyak syaraf, sehingga timbul nyeri. Nyeri yang diakibatkan gangguan organik bersifat terlokalisasi.

Biasanya, dikutip dari kompas.com, anak yang lebih besar bisa menunjukkan di mana letak sakitnya.

Pada anak yang lebih kecil sakit perut organik terkadang menyebabkan ia terbangun tiba-tiba di malam hari.

Kebanyakan sakit perut organik memang menimbulkan rasa sakit luar biasa, sehingga anak akan menangis dan rewel.

Sakit perut tipe organik umumnya timbul secara tiba-tiba, disertai muntah, diare, konstipasi, perdarahan dari pencernaan, berkemih tak lancar, air kencing keruh, volumenya kurang, atau terasa nyeri, dan lainnya.

Bisa juga disebabkan luka di lambung, terjadi infeksi bakteri, virus (rotavirus), atau parasit di usus kecil maupun usus besar.

Kasus sakit perut organik juga bisa dipicu radang pada pankreas. Namun sakit perut akibat radang pankreas jarang terjadi.

Sumber: Kompas
Mulai dari
Disfungsi
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved