Breaking News

Coffe Break

Drona

JIKA ada yang menyebutku dengan nama lain,...

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Hermawan Aksan. 

Lalu Mahapatih Gandamana murka sehingga terjadi peperangan yang tidak seimbang.

Aku menjadi bulan-bulanan Gandamana sehingga nyaris sekujur tubuhku rusak.

Dalam versi yang berbeda, diceritakan bahwa aku datang di Kerajaan Panchala tanpa mengindahkan sopan santun ketika Raja Drupada sedang mengadakan pertemuan dengan para menterinya.

Dikisahkan bahwa aku langsung saja masuk ke balairung dan segera menyapa sahabatku dengan nama kecilnya.

Patih Gandamana langsung menyeretku keluar dari istana dan menghajarku habis-habisan. Aku berusaha melawan tapi kalah sakti.

Tanganku dipatahkan, hidungku jadi bengkok, mataku menjadi picak, dan tubuhku bungkuk.

Semua kisah itu tidak benar. Bagaimana bisa Gandamana mengalahkanku, apalagi membulan- bulaniku?

Aku yakin Gandamana tidak ada apa-apanya dibandingkan kesaktian rajanya, Drupada.

Dan bukan berniat sombong jika kukatakan bahwa aku dan Drupada memiliki kesaktian yang setara.

Kami adalah saudara seperguruan dan kami sama-sama mereguk ilmu dari Parasurama.

Dan tubuhku menjadi rusak tidak karuan?

Lihatlah aku. Meskipun tidak setampan ketika masih muda, setidaknya hidungku masih seperti dulu, tanganku masih sehat, mataku masih setajam elang, dan aku masih mampu berjalan tegak.

Aku memang bukan ahli sastra, yang mampu menuliskan kisah para kesatria yang dipercaya manusia di seluruh arcapada.

Jadi, aku tidak bisa menyusun kisah baru untuk menghadapi kisah- kisah sampah yang entah bagaimana diyakini kebenarannya.

Dengan Brahmastra, akan kubuktikan Drona yang sebenarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved