Coffe Break
Drona
JIKA ada yang menyebutku dengan nama lain,...
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Aku menjalani masa kecil dalam hidup yang papa.
Meskipun demikian, aku berhasil menimba ilmu dan pengetahuan kepada Sang Parasurama.
Siapa tidak mengenal salah satu perwujudan Dewa Wisnu ini?
Kureguk semua ilmunya demi menjadi manusia yang mendekati sempurna—tentu saja karena tak satu pun manusia yang dapat mencapai tingkat sempurna.
Setidaknya, aku pernah berguru bersama dengan pangeran dari Kerajaan Panchala bernama Drupada.
Kami menjadi sahabat dekat, begitu dekat hingga melebihi sesama saudara.
Drupada bahkan pernah berjanji untuk memberikan setengah kerajaannya kepadaku jika ia sudah menjadi Raja Panchala.
Aku tidak pernah menagih janji Drupada karena aku sadar bahwa jalanku tetaplah menjadi resi atau brahmana, bukan raja.
Namun, di titik inilah para ahli sastra memutarbalikkan fakta dengan membuat cerita bahwa aku pernah datang untuk menuntut hak separuh Kerajaan Panchala.
Dikisahkan bahwa Drupada menolak tuntutanku, seraya memberikan penjelasan yang panjang kepadaku tentang masalah kenapa ia tidak mau mengakuiku.
"Persahabatan adalah mungkin jika hanya terjadi antara dua orang dengan taraf hidup yang sama," kata Drupada sebagaimana ditulis para ahli sastra.
Dikisahkan pula bahwa Drupada berkata, sebagai anak-anak, adalah hal yang mungkin baginya untuk berteman denganku karena pada masa itu kami sama.
Namun sekarang Drupada menjadi raja, sedangkan aku berada dalam kemiskinan.
Dalam keadaan seperti ini, persahabatan adalah hal yang mustahil.
Dikisahkan pula selanjutnya bahwa aku marah dan merasa dihina, kemudian balik menghina Drupada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hermawan-aksan-hijau-kotak-kotak_20150927_100220.jpg)