Teras
Ajip Rosidi
LELAKI berkemeja batik berusia 77 tahun itu berdiri di panggung menyampaikan pidato kurang lebih 45 menit.
Penulis: cep | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Inti dasar gagasan Ajip, kekayaan batin bangsa Indonesia yang terungkap lewat bahasa ibunya layak terwariskan ke anak-cucu.Tanpa tulisan, kekayaan batin akan gelap dan lenyap.Seanggun dan segagah Candi Bodobudur pun, jika tanpa tulisan, kita tak pernah bisa tahu persis asal-usul nama Borobudur.Tanpa tulisan Plato dan Aristoteles, manusia modern tak akan pernah tahu pikiran Sokrates dan barangkali kebudayaan barat senasib dengan kebudayaan timur.
Persputakaan Ajip Rosidi dan Hadiah Sastra Rancage, hadiah kebudayaan bagi masyarakat luas, terutama khususnya orang Sunda.
Tapi pertanyaan yang layak dikemukakan, siapa orang Sunda yang mempunyai passion sekokoh dan setangguh Ajip Rosidi dalam mengartikulasikan kebudayaan Sunda dan bahasa daerah di Indonesia? Uang bisa dicari. Bedas-nya visi, semangat, dan energi sungguh sulit dan tak bisa simsalabim.
Berdiri di Jalan Garut menatap gedung perpustakaan, lalu melihat antusiasme dan kegembiraan pengarang sastra daerah menerima Hadiah Sastra Rancage, saya malah seperti berdiri di tepi jurang. Lewang. (*)
Naskah Teras ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (24/8/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
DUH.. HANYA GARA-GARA MENGAWAL PENGANTIN DI KOTA BANDUNG, TIGA MOBIL POLISI NEKAT MELAWAN ARUS.---->...
Posted by Tribun Jabar Online on Sunday, August 23, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cecep-burdansyah-pemimpin-redaksi-tribun-jabar_20150720_180143.jpg)