Keracunan MBG di Sumedang
Kasus Keracunan MBG di Sumedang, DPRD Minta Selidiki Dugaan Kelalaian SPPG
Ketua DPRD Sumedang Sidik Jafar mengatakan kepolisian perlu segera turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus tersebut.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
"SPPG diperbanyak, satu dapur 1.000 porsi saja, agar tidak tergesa-gesa, sehingga masakan bisa betul-betul matang," katanya.
Jafar mengatakan, bahwa keracunan bisa diduga dari proses penyiapan masakan tersebut.
"Bisa jadi dari nasi yang masih panas, sudah ditutup. Bagaimana nasi yang sudah matang, asapnya hilang, yang akhirnya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"
"Saya kira ini sangat keteteran, sehingga tergesa-gesa dan nasinya masih panas. Bahan bakunya tidak representatif, itu praduga. Kembali, ke depannya supaya membagi dapur MBG dipecah jadi banyak," katanya.(*)
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
| Sudah Sepekan, Hasil Tes Lab Keracunan MBG di Sumedang Belum Juga Diumumkan, 164 Siswa jadi Korban |
|
|---|
| Selama Hasil Lab Belum Keluar, Tak Ada Penyaluran MBG di SMK Win Ujungjaya Sumedang |
|
|---|
| Nasi Ayam Woku Diduga Kuat Pemicu Keracunan MBG di Ujungjaya Sumedang, Ratusan Siswa Jadi Korban |
|
|---|
| UPDATE: Korban Keracunan MBG di Sumedang Berjejer di Selasar Puskesmas, SPPG Ujungjaya Disetop |
|
|---|
| Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG, Ketua DPRD Sumedang Usul 1 Dapur SPPG Hanya Layani 1.000 Porsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Puluhan-pelajar-di-Kecamatan-Ujungjya-Kabupaten-Sumedang-keracunan.jpg)