Sabtu, 13 Juni 2026

Pesan Dedi Mulyadi untuk Warga Sumedang: Bangga Warisan Leluhur, Bangun Citra Daerah Sendiri

Dedi Mulyadi mengajak warga Sumedang memperkuat rasa bangga terhadap sejarah, budaya, dan potensi daerahnya.

Tayang:
Diskominfo Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam acara Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Jumat (24/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dedi Mulyadi mengajak warga Sumedang memperkuat rasa bangga terhadap sejarah, budaya, dan potensi daerahnya. 
  • Ia menekankan pentingnya kemandirian, kepemimpinan yang adil, serta karakter masyarakat yang bermartabat. 
  • Selain itu, promosi potensi alam dan penataan daerah dinilai penting untuk membangun citra positif Sumedang.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ajakan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sendiri disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada masyarakat Sumedang. Ia menilai, kekayaan yang telah dimiliki daerah itu sudah cukup kuat untuk menjadi fondasi kepercayaan diri warganya.

Hal ini dikatakannya dalam acara Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Jumat (24/4/2026).

Dalam penjelasannya, Sumedang disebut memiliki jejak sejarah yang panjang dan berlapis. Awalnya wilayah ini berdiri sebagai Kerajaan Tembong Agung yang dipimpin Prabu Aji Putih.

Perjalanan itu kemudian berlanjut ketika berubah menjadi Kerajaan Sumedang Larang di bawah kepemimpinan Prabu Tadjimalela. Kerajaan tersebut dikenal sebagai penerus sah dari kejayaan terakhir Kerajaan Pajajaran.

Tak hanya dikenal dari sisi historis, Sumedang juga memiliki kekayaan budaya yang bersifat spiritual. Nilai-nilai ini diyakini mampu membentuk manusia yang lebih memahami dirinya sendiri serta memiliki kesadaran batin yang kuat.

"Orang Sumedang menciptakan tahu maka lahir tahu Sumedang, menciptakan Cilembu menghasilkan ubi Cilembu," kata KDM, sapaan Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga menekankan pentingnya peningkatan derajat masyarakat tanpa bergantung pada bantuan pihak lain. Ia mendorong pola pikir mandiri agar masyarakat memiliki posisi yang lebih kuat dan bermartabat.

"Orang Sumedang bukan yang suka minta-minta, tetapi masyarakat yang memiliki martabat, harkat, dan diri," imbuh KDM.

Ia turut menyinggung peran kepemimpinan di daerah yang harus hadir dengan keadilan dan kepedulian. Menurutnya, pemimpin memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi.

"Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin harus adil, menggunakan rasa, dan intuisi, kuat," ujarnya.

Lebih jauh, KDM mengajak warga untuk berani melakukan perubahan jika menginginkan kepemimpinan yang adil serta masyarakat Sumedang yang lebih dihormati. Perubahan tersebut dinilai harus dimulai dari sikap dan karakter masyarakatnya sendiri.

"Kita jangan menjadi bangsa yang minta-minta, tetapi rakyat yang memiliki kepemimpinan, kepribadian dan sikap satria," tegas KDM.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya rasa bangga kolektif yang diwujudkan melalui promosi potensi daerah. Baik pemimpin maupun masyarakat didorong untuk aktif memperkenalkan keunggulan Sumedang ke luar daerah.

"Bangun 'branding' yang baik-baik, promosikan alamnya yang indah-indah, gunungnya, sawahnya. Sampaikan bahwa Sumedang bagus. Ditata dan diperbaiki. Diurus jalannya, bersihkan sampahnya," pungkas KDM.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved