Ya Allah, Seandainya Tidak Dikorupsi, Indonesia Sudah Take Off Menjadi Negara Maju
Dapat dibayangkan, apabila energi pesawat bangsa tidak bocor akibat korupsi, cadangan mineral dan sumber daya nasional dioptimalkan.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Oleh: Marsma TNI Dr. Ir. Hikmat Zakky Almubaroq, S.Pd., M.Si.
Pemerhati Pertahanan, Pendidikan, dan Kebangsaan.
TRIBUNJABAR.ID - Kalimat dalam judul tulisan ini mungkin terdengar emosional. Namun semakin sering kita menyaksikan berbagai kasus korupsi yang muncul, semakin sulit pula menghindari pertanyaan sederhana ini: "Seandainya kekayaan bangsa tidak bocor akibat korupsi, sudah sejauh mana Indonesia melangkah hari ini?"
Setiap kali melihat pesawat besar bersiap lepas landas, kita menyadari bahwa dibutuhkan mesin yang kuat, bahan bakar yang cukup, pilot yang andal, serta landasan yang bebas hambatan agar pesawat dapat mengudara.
Begitu pula dengan pesawat yang bernama Indonesia. Negeri ini sesungguhnya memiliki hampir semua syarat untuk menjadi negara maju. Kita dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, cadangan mineral yang sangat besar, jumlah penduduk yang mendekati 300 juta jiwa, posisi geopolitik yang strategis, serta bonus demografi yang menjadi impian banyak negara.
Dengan kata lain, Mesin pembangunan Indonesia telah menyala, bahan bakar tersedia, dan tujuan penerbangan terlihat jelas di depan mata. Namun ketika pesawat Indonesia hendak lepas landas, selalu ada rantai-rantai yang menahannya. Rantai itu bernama korupsi.
Akibatnya, “Pesawat” Indonesia hanya meraung di ujung landasan, menatap negara-negara maju yang tampak begitu dekat tetapi belum mampu disamai. Bukan karena kita kekurangan potensi, melainkan karena terlalu banyak energi bangsa yang bocor akibat korupsi.
Dapat dibayangkan, apabila energi pesawat bangsa tidak bocor akibat korupsi, cadangan mineral dan sumber daya nasional dioptimalkan, tujuan penerbangan bangsa sudah ditetapkan, Kompas negara Pancasila sudah disetel, pilot yang berpengalaman sudah on seat, awak kabin Kabinet pemerintahan sudah mengarahkan para penumpang dengan baik, dan para penumpangnya sudah patuh pada hukum dengan mengencangkan safety belt, serta seluruh on ground crew pertahanan dan keamanan sudah menjaga landasan dengan baik, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan take off menjadi negara maju.
Korupsi Menjadi Musuh Dalam Selimut Bangsa
Korupsi tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Ia telah menjadi hambatan sistemik, menjadi musuh dalam selimut pembangunan Indonesia yang menggerogoti hampir seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kita menyaksikan berbagai kasus korupsi yang muncul di hampir semua sektor strategis, mulai dari energi, sumber daya alam, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pertahanan, keamanan, bahkan sektor keagamaan dan penegakan hukum.
Dalam perspektif pertahanan negara, korupsi merupakan ancaman pertahanan nonmiliter yang bersifat strategis karena menggerogoti sumber daya nasional, melemahkan institusi negara, mengurangi kepercayaan publik, menghambat pembangunan kekuatan nasional, dan pada akhirnya menurunkan daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman masa depan.
Data Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan bahwa potensi kerugian negara dari kasus-kasus korupsi yang terungkap sepanjang tahun 2024 mencapai ratusan triliun rupiah. Banyak pihak meyakini angka tersebut hanyalah yang berhasil terungkap ke permukaan.
Memasuki tahun 2025 dan 2026, publik kembali disuguhkan berbagai kasus korupsi tata kelola sektor energi dan sumber daya alam, serta dugaan penyimpangan dalam program-program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penyalahgunaan kewenangan dalam pelayanan publik dan pengelolaan perizinan, ini mengingatkan kita bahwa korupsi masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar.
Yang menyedihkan, setiap kasus korupsi sesungguhnya bukan sekadar rupiah yang hilang, akan tetapi sekolah yang gagal dibangun, rumah sakit yang tertunda modernisasinya, beasiswa yang tidak sampai kepada penerimanya, jalan yang mangkrak, laboratorium yang urung didirikan, riset yang kehilangan dukungan pendanaan, serta lapangan pekerjaan yang batal tercipta.
| Unggah Foto Bareng Pemain Persib dan Persija di Timnas, Rizky Ridho Minta Stop Provokasi |
|
|---|
| Dari Bandung ke Rantai Pasok Global, Indonesia Gandeng Turki Siap Bangkitkan Industri Dirgantara |
|
|---|
| Respons Winger Persib Beckham Putra soal Ledekan dari Penonton Timnas Indonesia: Moal Mundur! |
|
|---|
| BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Pengusaha Pilih Bertahan dan Tekan Pengeluaran |
|
|---|
| Ditahan Kamboja 1-1, Timnas Putri Indonesia Langsung Digembleng TC di Bandung Jelang Piala AFF |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Marsma-TNI-Dr-Ir-Hikmat-Zakky-Almubaroq-SPd.jpg)