Ferry Irwandi dan Solidaritas Digital: Donasi Rp10,3 Miliar dalam Kacamata Uses and Gratifications
Dalam 24 jam, lebih dari Rp10,3 miliar terkumpul dari 87 ribu donatur. Angka ini tidak hanya mencerminkan keprihatinan publik terhadap bencana.
Empati yang muncul tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi berubah menjadi dorongan untuk bertindak.
Di media sosial, respons emosional seperti ini sering memicu anticipated affect, yaitu keinginan mengurangi penderitaan pihak lain karena kita membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi mereka.
Donasi pun menjadi bentuk penyaluran emosi sekaligus cara memulihkan keseimbangan psikologis.
Ketiga, kebutuhan identitas moral dan ekspresi nilai.
Di era digital, tindakan berdonasi membawa dimensi identitas. Publik tidak ingin sekadar menyaksikan tragedi tetapi mereka ingin dianggap sebagai bagian dari solusi.
Ketika seseorang berdonasi, ia sedang menegaskan nilai moral yang diyakininya. Platform digital memperkuat hal tersebut dengan memberikan ruang ekspresi, sehingga donasi bukan hanya sebagai transaksi finansial, tetapi juga pernyataan identitas prososial.
Dengan berdonasi, seseorang dapat berkata kepada dirinya sendiri: “Saya peduli. Saya berbuat sesuatu.”
Keempat, kebutuhan integrasi sosial dan rasa kebersamaan.
Lonjakan donasi memperlihatkan terbentuknya komunitas solidaritas digital yang spontan. Ribuan komentar, unggahan ulang, percakapan publik, semuanya menciptakan rasa kebersamaan yang tidak dimediasi oleh organisasi formal.
Dalam kerangka U&G, kebutuhan integrasi sosial sering kali menjadi alasan seseorang terus mengikuti sebuah figur atau isu tertentu.
Ketika orang merasa terhubung dengan sesama donatur, partisipasi mereka meningkat karena solidaritas memperkuat motivasi kolektif. Kebersamaan ini membuat tindakan donasi terasa sebagai gerakan bersama, bukan aksi individu semata.
Kelima, kebutuhan pelepasan ketegangan dan kendali emosional.
Kecemasan kolektif mudah muncul ketika bencana terjadi. Donasi berfungsi sebagai mekanisme pelepasan ketegangan (tension release).
Dengan berkontribusi, publik memulihkan rasa kendali di tengah situasi yang tidak pasti. Banyak riset psikologi prososial menunjukkan bahwa tindakan membantu dapat menurunkan distress emosional sekaligus meningkatkan well-being.
Dalam konteks banjir Sumatera, berdonasi menjadi cara publik “melakukan sesuatu” ketika banyak hal tampak di luar kendali.
| Tepukan Tangan Siswa SMPN 1 Tanjungsari Sambut Ikhsan yang Viral Putus Sekolah Akhirnya Kembali |
|
|---|
| Iwan Koswara Manfaatkan Ramadan untuk Perkuat Solidaritas Kader PSI Kota Bekasi |
|
|---|
| Hijrah Politik! Nina Agustina Tinggalkan PDIP, Perkuat Barisan Partai Solidaritas Indonesia |
|
|---|
| Respon PDIP Jabar setelah Nina Agustina Menyeberang ke PSI: Ini Rumah Ideologis, Bukan Rumah Singgah |
|
|---|
| Resmi Tinggalkan PDIP, Nina Agustina Sowan ke Rumah Jokowi di Solo Bawa Misi Baru Bersama PSI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kelvin-Mohammad-Yusron-Mahasisw.jpg)