Jumat, 17 April 2026

Profesor Unpad Lecehkan Mahasiswi

Mahasiswa Unpad Harap Penanganan Transparan dan Tegas Soal Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar

Dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru besar di Universitas Padjajaran berinisial IY menjadi sorotan luas.

Istimewa
PELECEHAN - Screenshot tampilan yang menginformasikan seorang guru besar Unpad terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Kasus ini menjadi sorotan setelah beredar di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan guru besar Unpad berinisial IY menjadi sorotan luas, terutama setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter)
  • Sejumlah mahasiswa menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan agar kasus ini ditangani secara transparan dan tegas oleh pihak kampus
  • Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng nama baik institusi 
  • Pemberhentikan sementara terduga pelaku merupakan langkah awal yang tepat

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru besar di Universitas Padjajaran berinisial IY menjadi sorotan luas, terutama setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter). 

Sejumlah mahasiswa menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan agar kasus ini ditangani secara transparan dan tegas oleh pihak kampus.

Deni, mahasiswa Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad, mengaku menyayangkan munculnya dugaan kasus tersebut. 

Menurutnya, peristiwa ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng nama baik institusi pendidikan.

“Sebagai mahasiswa, saya menyayangkan adanya kasus ini karena mencoreng nama baik kampus tempat saya belajar. Saya juga sudah mengikuti berbagai postingan dari BEM dan pemberitaan, memang sangat disayangkan jika benar terjadi dugaan pelecehan dari dosen kepada mahasiswa,” ujar Deni saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai langkah kampus yang disebut telah memberhentikan sementara terduga pelaku merupakan langkah awal yang tepat. 

Namun, ia menekankan pentingnya penyelidikan yang mendalam dan objektif.

Baca juga: Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar Unpad Bisa Cederai Marwah Akademik, Pengamat: Ini Persoalan Besar

“Kalau memang benar ada dugaan tersebut, tentu harus ada sanksi berat sesuai aturan yang berlaku di kampus. Tapi harapannya tentu saja, semoga tidak benar terjadi,” tambahnya.

Deni juga menyoroti bahwa kasus serupa belakangan mencuat di sejumlah kampus besar di Indonesia. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang di lingkungan akademik.

“Harapannya tidak ada lagi kejadian pelecehan seksual, baik dari dosen ke mahasiswa, mahasiswa ke mahasiswa, maupun sebaliknya. Kampus seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar. Kalau ada kejadian seperti ini, bisa berdampak pada masa depan mahasiswa dan etika di dunia akademik,” katanya.

Senada dengan itu, Khanza, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unpad angkatan 2024, menilai jika dugaan yang beredar di media sosial terbukti benar, maka tindakan tersebut sangat tidak mencerminkan sosok seorang guru besar.

“Kalau memang yang viral itu benar, sangat disayangkan. Guru besar seharusnya menjadi teladan, punya perilaku yang bisa dicontoh. Tapi kalau malah melakukan hal yang melecehkan dan membuat tidak nyaman, itu sangat bertolak belakang,” ujarnya.

Ia juga mengaku merasa khawatir dengan maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus, termasuk di perguruan tinggi negeri ternama.

Baca juga: Kisah Tragis Ayah Ginasya, Terjun Menolong Tanpa Tahu yang Hanyut Anak Sendiri di Sungai Cibanjaran

“Jujur merasa khawatir, karena seolah kasus seperti ini selalu ada di tiap angkatan dan belum pernah benar-benar tuntas. Seakan tidak pernah selesai dan terus berulang,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved