Selasa, 28 April 2026

Profesor Unpad Lecehkan Mahasiswi

Direktorat PPA Polda Jabar Pastikan Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Unpad

Polda Jabar akan selidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga menyeret seorang guru besar Fakultas Keperawatan Unpad.

Istimewa
PELECEHAN SEKSUAL - Screenshot tampilan yang menginformasikan seorang guru besar Unpad terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Polda Jabar akan selidiki kasus dugaan pelecehan seksual ini. 
Ringkasan Berita:
  • Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar memastikan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Padjadjaran yang diduga menyeret seorang guru besar Fakultas Keperawatan akan diselidiki
  • Kasus ini akan diselidiki terlebih dahulu guna mengetahui secara pasti mengenai kejadian dan dugaan kekerasan seksual itu seperti apa
  • Sementara itu, Rektor Unpad, Prof Arief S Kartasasmita, menegaskan Unpad tidak menoleransi segala bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jabar memastikan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Padjadjaran yang diduga menyeret seorang guru besar Fakultas Keperawatan akan diselidiki.

Hal itu diungkap Dir PPA-PPO, Kombes Rumi Untari. Menurutnya, kasus ini akan diselidiki terlebih dahulu guna mengetahui secara pasti mengenai kejadian dan dugaan kekerasan seksual itu seperti apa.

"Iya akan lidik," ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, Rektor Unpad, Prof Arief S Kartasasmita, menegaskan kampus Unpad tidak menoleransi segala bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual, dalam bentuk apapun di lingkungan kampus.

"Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unpad berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, keamanan, dan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika. Setiap dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti secara serius dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Rektor dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).

Rektor Unpad juga menyikapi dinamika yang berkembang saat ini, di mana telah melakukan berbagai penelusuran.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Harap Penanganan Transparan dan Tegas Soal Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar

Setelah menerima laporan secara lengkap, katanya, pada hari yang sama Unpad segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh kegiatan akademik.

Selanjutnya, Unpad langsung menjalankan prosedur penanganan dugaan kekerasan seksual sesuai dengan peraturan yang berlaku, dimulai dengan pembentukan tim investigasi untuk melakukan penelusuran secara objektif dan menyeluruh dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unpad dan unsur senat fakultas. 

"Kami berkomitmen apabila dalam proses investigasi terbukti adanya pelanggaran berupa tindakan kekerasan seksual, kami akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami akan konsisten melakukan proses pembuktian dan penindakan kekerasan sesuai dengan perundang-undangan, dan memprioritaskan kepentingan dan keselamatan pihak yang menjadi korban. Itu berlaku untuk semua warga Unpad, termasuk dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan," ujar Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita.

Di luar kasus tersebut, menurut Arief,  Unpad menekankan bahwa penanganan tindakan kekerasan seksual perlu ditangani dengan penuh kehati-hatian. 

"Unpad akan selalu memperhatikan prosedur pembuktian dengan seksama melalui perangkat yang ada agar tidak menimbulkan keputusan yang keliru, walaupun titik keberpihakan Unpad adalah kepada korban," ujar Rektor.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tebing Tinggi Ambrol Hantam Perumahan Warga di Sukabumi, 1 Orang Meninggal Dunia

Selanjutnya, melalui tindakan cepat dalam memproses perkara ini, Unpad memastikan pencegahan dan penanganan kekerasan tidak hanya dilakukan untuk kasus-kasus tertentu saja, namun segala tindakan pencegahan dan penanganan kekerasan. Hal ini dilakukan secara menyeluruh dengan semangat untuk menciptakan ruang aman bagi warga Unpad di lingkungan kampusnya.

Rektor Unpad meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat, termasuk semua warga Unpad, demi kelancaran pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Unpad pun terbuka atas segala masukan dari semua pihak dari unsur masyarakat umum, sehingga dapat membantu menjaga suasana kampus selalu kondusif dan nyaman sebagai institusi pendidikan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved