Jumat, 1 Mei 2026

Keracunan MBG di Bandung Barat

Nasib Program MBG di Jabar Ditentukan Pekan Depan, Dedi Mulyadi Khawatir Risiko Keracunan Meningkat

Dedi Mulyadi menyatakan akan menentukan kelanjutan program MBG di Jabar pada Senin (29/9/2025)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
MASIH DIRAWAT - Korban keracunan yang masih dirawat akibat keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posko Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (25/9/2025). Dedi Mulyadi menyatakan akan menentukan kelanjutan program MBG di Jabar pada Senin (29/9/2025) setelah berdiskusi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tingginya angka kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat—yang tercatat sebagai provinsi dengan insiden terbanyak secara nasional—mendorong Gubernur Dedi Mulyadi untuk segera mengambil sikap tegas.

Dedi Mulyadi menyatakan akan menentukan kelanjutan program MBG di Jabar pada Senin (29/9/2025) setelah berdiskusi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Barat.

Kasus terbaru yang menjadi perhatian serius Dedi Mulyadi adalah insiden keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang menimpa lebih dari 1.000 siswa sejak Senin (22/9) hingga Rabu (24/9/2025).

Akumulasi korban ini menambah panjang daftar insiden di Jabar, yang secara nasional telah mencatat lebih dari 5.000 korban keracunan sejak awal program di tahun 2025.

Rencana Tindakan Gubernur: Audit Hingga Jarak Dapur

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, keputusan mengenai apakah program MBG akan dihentikan sementara atau dilanjutkan akan diambil usai pertemuan evaluasi menyeluruh dengan kepala BGN perwakilan wilayah Jabar.

Baca juga: BREAKING NEWS Keracunan MBG Juga Landa Cianjur: Ini Menu yang Disantap Para Siswa

"Nanti kita hari Senin akan bicara dulu dengan kepala perwakilan (BGN) wilayah Jawa Barat, bagaimana komitmen dia."

"Setelah melihat komitmennya, nanti pemerintah provinsi akan mengambil keputusan," ujar Dedi di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (25/9/2025).

Dedi Mulyadi menekankan tiga poin utama yang wajib dievaluasi bersama BGN:

  • Audit Dapur: Melakukan evaluasi mendalam atau audit higienitas dapur tempat makanan diolah.
  • Evaluasi Bahan Makanan: Mengkaji ulang jenis-jenis bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG.
  • Jam Masak dan Distribusi: Mengevaluasi waktu masak untuk memastikan waktu distribusi hingga makanan disantap oleh siswa tidak terlalu lama.

Dedi mengkhawatirkan risiko keracunan meningkat jika waktu antara masak dan konsumsi terlalu jauh.

"Karena kan kalau dimasaknya jam 12 malam, kemudian diantar ke siswanya jam 12 siang, waktunya terlalu lama."

"Sehingga harapan saya ke depan dapur itu didekatkan dengan sekolah, dan tingkat yang dilayani jumlahnya jangan terlalu banyak sampai ribuan," tegasnya.

Dedi Mulyadi berharap insiden ini menjadi perhatian serius agar program yang bertujuan baik dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan nutrisi anak-anak Indonesia ini tidak menjadi "salah urus" dalam teknis pengelolaannya.

Jabar Tertinggi Kasus Keracunan MBG

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus keracunan terbanyak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved