Transformasi Layanan Kesehatan, RSCM Kencana Hadirkan Wajah Baru Klinik Yasmin Reproductive Cluster
RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas
Ringkasan Berita:
- RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau pasien dari berbagai wilayah di luar Jawa.
- Klinik Yasmin Reproductive Cluster masih menjadi rujukan nasional untuk klinik fertilitas di Indonesia dengan SDM yang sangat kompeten yaitu para Guru Besar Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi Fakultas Kedokteran Indonesia
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau pasien dari berbagai wilayah di luar Jawa. Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD KEMD, Ph.D., dan Direktur RSCM, dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, yang menandai komitmen RSCM Kencana dalam mengedepankan kemajuan teknologi, penguatan SDM yang kompeten, serta pengalaman klinis yang komprehensif untuk membantu pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan di seluruh Indonesia.
Sebagai pionir klinik fertilitas yang berdiri sejak tahun 2010, Klinik Yasmin Reproductive Cluster sampai saat ini masih menjadi rujukan nasional untuk klinik fertilitas di Indonesia dengan SDM yang sangat kompeten yaitu para Guru Besar Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi Fakultas Kedokteran Indonesia dengan jam terbang yang sangat tinggi.
Klinik ini juga bekerja sama dengan Namba IVF Clinic Osaka, Jepang.
Per tahun 2025, klinik ini berhasil mencatatkan 95 keberhasilan kehamilan dari 221 siklus yang dilakukan.
Angka ini merupakan hasil dari dedikasi, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi dari tim manajemen dan medis Klinik Yasmin Reproductive Cluster.
Tim medis klinik ini terdiri dari enam bagian, yaitu dokter andrologi, dokter psikiatri, dokter urologi, tim embriolog, tim androlog, dan tim genetis.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD KEMD, Ph.D. menyambut baik re-launching ini.
“Tentunya sangat penting untuk penguatan layanan kesehatan reproduksi berbasis teknologi modern untuk membantu pasangan mendapatkan akses program kehamilan yang lebih optimal. Kami berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan layanan fertilitas yang terintegrasi dengan teknologi medis terkini serta didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, sehingga layanan tersebut dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk melalui rumah sakit rujukan nasional seperti RSCM. Kehadiran Klinik Yasmin Reproductive Cluster merupakan bagian krusial dalam penguatan layanan kesehatan reproduksi nasional," Kata Dante.
Klinik Yasmin Reproductive Cluster memiliki delapan pilar yaitu Infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), Gangguan haid, Endometriosis, Sindrom Ovarium Polikistik, Keguguran berulang, Ginekologi remaja, Menopouse, dan Preservasi fungsi fertilitas.
Dengan wajah baru ini, Klinik Yasmin Reproductive Cluster hadir lebih dekat, nyaman, dan personal dengan teknologi dan fasilitas laboratorium yang lengkap.
Program pengembangan klinik ini diantaranya meliputi konselor ners yang mendampingi pasien selama stimulasi, kerjasama dengan pihak akupuntur, pendampingan satu pasien dengan satu perawat, pengembangan layanan endometriosis (preservasi korteks ovarium, terapi konservatif, dan lain-lain), pengembangan layanan PCOS (senam PCOS, makanan PCOS, dan lain-lain), dan pusat
keguguran berulang. Klinik Yasmine Reproductive Cluster juga merupakan pusat riset infertilitas dan bekerja sama dengan IMERI serta Eijkman Institute untuk program IVF bagi penderita penyakit langka.
Tingginya angka infertilitas di Indonesia menunjukkan bahwa program kehamilan tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari laki-laki. It takes two to tango; keberhasilan program kehamilan menjadi tanggung jawab bersama, baik laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya.
Data menunjukkan sekitar 4 hingga 6 juta pasangan usia subur di Indonesia mengalami kesulitan untuk hamil, dengan faktor laki-laki berkontribusi pada sekitar 30 persen kasus infertilitas, dan mencapai hingga 50 % apabila dikombinasikan dengan faktor perempuan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemeriksaan dan penanganan kesuburan yang dilakukan secara bersama sejak awal.
Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menjelaskan mengenai perkembangan IVF yang jumlahnya semakin meningkat dan bagaimana teknologi mendukung efisiensi IVF.
| Ketua DPRD Kota Bandung Dorong Pelayanan Kesehatan Terus Bertranformasi |
|
|---|
| Strategi Distan Kabupaten Bandung Jamin Kesehatan Hewan Kurban: Optimalkan 10 Puskeswan Keliling |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Soal Warga Ciamis Ngadu Mobil Desa Ditarif Rp350 Ribu, Beri Solusi Rereongan |
|
|---|
| Keluarga SIGAP Buktikan Perubahan Perilaku Terintegrasi Dapat Dicapai Lewat Layanan Kesehatan Primer |
|
|---|
| Wargi Majalengka, Simak Tata Cara dan Layanan Berobat Gratis di RSUD Talaga jika Tak Punya JKN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/RSCM-Kencana-luncurkan-kembali-Re-launching-Klinik-Yasmin-Reproductive-Cluster.jpg)