Sabtu, 30 Mei 2026

Transformasi Layanan Kesehatan, RSCM Kencana Hadirkan Wajah Baru Klinik Yasmin Reproductive Cluster

RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin  Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Klinik Yasmin
RE LAUNCHING - RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin  Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas, tidak  hanya di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau pasien dari berbagai wilayah di luar Jawa. Acara ini dihadiri  oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD KEMD, Ph.D., dan Direktur  RSCM, dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, yang menandai komitmen RSCM Kencana dalam  mengedepankan kemajuan teknologi, penguatan SDM yang kompeten, serta pengalaman klinis yang  komprehensif untuk membantu pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan di seluruh  Indonesia.  

Ringkasan Berita:
  • RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin  Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas, tidak  hanya di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau pasien dari berbagai wilayah di luar Jawa. 
  • Klinik Yasmin Reproductive Cluster masih menjadi rujukan nasional untuk klinik fertilitas di Indonesia dengan SDM yang sangat  kompeten yaitu para Guru Besar Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi Fakultas Kedokteran  Indonesia 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - RSCM Kencana melakukan re-launching Klinik Yasmin  Reproductive Cluster sebagai upaya peningkatan layanan bagi masyarakat Indonesia secara luas, tidak  hanya di Pulau Jawa tetapi juga menjangkau pasien dari berbagai wilayah di luar Jawa. Acara ini dihadiri  oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD KEMD, Ph.D., dan Direktur  RSCM, dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, yang menandai komitmen RSCM Kencana dalam  mengedepankan kemajuan teknologi, penguatan SDM yang kompeten, serta pengalaman klinis yang  komprehensif untuk membantu pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan di seluruh  Indonesia. 

Sebagai pionir klinik fertilitas yang berdiri sejak tahun 2010, Klinik Yasmin Reproductive Cluster sampai  saat ini masih menjadi rujukan nasional untuk klinik fertilitas di Indonesia dengan SDM yang sangat  kompeten yaitu para Guru Besar Obstetri dan Ginekologi serta Andrologi Fakultas Kedokteran  Indonesia dengan jam terbang yang sangat tinggi.

Klinik ini juga bekerja sama dengan Namba IVF Clinic  Osaka, Jepang.

Per tahun 2025, klinik ini berhasil mencatatkan 95 keberhasilan kehamilan dari 221  siklus yang dilakukan.

Angka ini merupakan hasil dari dedikasi, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi  dari tim manajemen dan medis Klinik Yasmin Reproductive Cluster.

Tim medis klinik ini terdiri dari  enam bagian, yaitu dokter andrologi, dokter psikiatri, dokter urologi, tim embriolog, tim androlog, dan  tim genetis.  

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD KEMD, Ph.D. menyambut  baik re-launching ini.

“Tentunya sangat penting untuk penguatan layanan kesehatan reproduksi  berbasis teknologi modern untuk membantu pasangan mendapatkan akses program kehamilan yang  lebih optimal. Kami berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan layanan fertilitas yang  terintegrasi dengan teknologi medis terkini serta didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang  kompeten, sehingga layanan tersebut dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat di seluruh wilayah  Indonesia, termasuk melalui rumah sakit rujukan nasional seperti RSCM. Kehadiran Klinik Yasmin  Reproductive Cluster merupakan bagian krusial dalam penguatan layanan kesehatan reproduksi  nasional," Kata Dante.

Klinik Yasmin Reproductive Cluster memiliki delapan pilar yaitu Infertilitas dan bayi tabung (Yasmin  IVF), Gangguan haid, Endometriosis, Sindrom Ovarium Polikistik, Keguguran berulang, Ginekologi  remaja, Menopouse, dan Preservasi fungsi fertilitas.

Dengan wajah baru ini, Klinik Yasmin Reproductive  Cluster hadir lebih dekat, nyaman, dan personal dengan teknologi dan fasilitas laboratorium yang  lengkap.

Program pengembangan klinik ini diantaranya meliputi konselor ners yang mendampingi  pasien selama stimulasi, kerjasama dengan pihak akupuntur, pendampingan satu pasien dengan satu  perawat, pengembangan layanan endometriosis (preservasi korteks ovarium, terapi konservatif, dan  lain-lain), pengembangan layanan PCOS (senam PCOS, makanan PCOS, dan lain-lain), dan pusat 

keguguran berulang. Klinik Yasmine Reproductive Cluster juga merupakan pusat riset infertilitas dan  bekerja sama dengan IMERI serta Eijkman Institute untuk program IVF bagi penderita penyakit langka. 

Tingginya angka infertilitas di Indonesia menunjukkan bahwa program kehamilan tidak hanya menjadi  tanggung jawab perempuan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari laki-laki. It takes two to  tango; keberhasilan program kehamilan menjadi tanggung jawab bersama, baik laki-laki dan  perempuan memiliki peran yang sama pentingnya.

Data menunjukkan sekitar 4 hingga 6 juta pasangan  usia subur di Indonesia mengalami kesulitan untuk hamil, dengan faktor laki-laki berkontribusi pada  sekitar 30 persen kasus infertilitas, dan mencapai hingga 50 % apabila dikombinasikan dengan faktor  perempuan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemeriksaan dan penanganan kesuburan yang  dilakukan secara bersama sejak awal. 

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, Ketua Umum  Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menjelaskan mengenai  perkembangan IVF yang jumlahnya semakin meningkat dan bagaimana teknologi mendukung efisiensi  IVF.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved