Mengenal Virus Nipah: Cara Penularan, Gejala, dan Alasan Indonesia Tetap Waspada
Gejala awal sering kali menyerupai infeksi biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Meski tingkat kematian tinggi, Prof. Dominicus menilai risiko virus Nipah menjadi pandemi global relatif kecil.
Penularannya yang lebih banyak melalui kontak langsung membuat penyebarannya tidak secepat virus pernapasan seperti SARS-CoV-2.
“Risiko wabah besar di tingkat lokal ada, tapi untuk menjadi pandemi dunia, risikonya tidak besar. Meski begitu, bukan berarti nol,” tegasnya.
Sementara itu Indonesia dinilai cukup siap untuk menghadapi kasus sporadis. Pemeriksaan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan terus dilakukan, meski keterbatasan laboratorium masih menjadi tantangan.
“Kalau hanya satu dua kasus, kita masih bisa menangani. Tantangannya kalau kasusnya banyak,” pungkas Prof. Dominicus.
Ia menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, mengolah makanan dengan baik, serta menghindari konsumsi buah atau produk hewan yang berpotensi terkontaminasi.
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Mitigasi Bencana lewat Penanaman 1.300 Pohon Saninten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona_3005.jpg)