Mengapa Scaling Penting? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Gusi
drg. Jennifer Odilia, dokter gigi di Santosa Hospital Bandung Central, mengatakan pentingnya scaling sebagai bagian dari perawatan kesehatan mulut.
Penulis: Nappisah | Editor: bisnistribunjabar
TRIBUNJABAR.ID - Scaling kini menjadi salah satu prosedur perawatan gigi yang penting untuk menjaga kesehatan mulut, terutama dalam mencegah peradangan gusi dan penumpukan karang yang dapat berujung pada penyakit gusi serius.
drg. Jennifer Odilia, dokter gigi di Santosa Hospital Bandung Central, mengatakan pentingnya scaling sebagai bagian dari perawatan kesehatan mulut yang kerap diabaikan masyarakat.
Ia menuturkan bahwa scaling bukan hanya soal membersihkan karang gigi, tetapi juga upaya mencegah berbagai penyakit gusi yang bisa berujung pada gangguan serius di kemudian hari.
Menurut drg. Jennifer, scaling adalah prosedur untuk membersihkan karang gigi dan plak yang menempel terutama di area dekat gusi.
Scaling bekerja dengan menggunakan alat ultrasonic yang menghasilkan getaran halus untuk memecah karang gigi yang sudah mengeras di sekitar permukaan gigi dan gusi. Selama prosesnya, alat juga mengeluarkan air untuk membersihkan sisa karang sekaligus mendinginkan area yang dibersihkan.
Getaran dan aliran air inilah yang membantu mengangkat karang serta plak yang tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi, sehingga gusi kembali lebih sehat dan risiko peradangan dapat berkurang.
drg. Jennifer menyebutkan, manfaat scaling cukup luas. Tindakan ini dapat membantu mencegah atau mengatasi gusi berdarah, gusi bengkak, bau mulut, hingga mencegah karang gigi berkembang menjadi penyakit gusi lanjut seperti periodontitis.
“Kalau sudah infeksi gusi dan jaringan penyangga rusak, gigi bisa jadi goyang,” kata Jennifer, kepada Tribunjabar.id, Jumat (5/12/2025).
Terkait frekuensi yang ideal, ia menyarankan scaling dilakukan setiap enam bulan sekali. Kendati demikian untuk pasien dengan penyakit gusi, kontrol perlu dilakukan lebih sering.
“Pada kasus tertentu bisa tiga bulan sekali supaya peradangan tidak makin parah,” tambahnya.
drg. Jennifer menjelaskan bahwa karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras akibat mineral dari air liur.
Dikatakannya, kondisinya seperti batu kecil yang melekat kuat pada permukaan gigi. Karena itu, sikat gigi tidak mampu menghilangkannya.
“Sikat gigi hanya bisa membersihkan plak, bukan karang gigi. Kalau sudah mengeras, harus dibersihkan dengan scaling,” tuturnya.
Saat prosedur dilakukan, sebagian besar pasien tidak mengalami rasa sakit berarti. Sensasi yang muncul biasanya sebatas getaran atau rasa dingin dari air. Namun pada gigi sensitif, rasa linu bisa muncul, dan gusi mungkin mengeluarkan sedikit darah apabila sedang meradang. “Itu wajar kalau karangnya banyak,” kata dia.
Jika tidak dilakukan secara rutin, penumpukan karang dapat menyebabkan gusi meradang dan infeksi yang makin luas.
Gusi bisa semakin turun, hingga akhirnya gigi menjadi goyang. Karang gigi juga menjadi tempat favorit bakteri.
| Bau Mulut dan Sariawan Jangan Dianggap Sepele, Bisa Menjadi Tanda Gangguan Kesehatan |
|
|---|
| Panik Saat Anak Kejang? Kenali Penyebab dan Pertolongan Pertamanya |
|
|---|
| Lutut Sering Nyeri Saat Naik Tangga ? Coba Terapi Akupunktur |
|
|---|
| Lutut Sering Nyeri Saat Naik Tangga? Coba Terapi Akupunktur |
|
|---|
| Asupan Kalsium, Vitamin D, dan Olahraga Jadi Kunci Cegah Osteoporosis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Scaling-kini-menjadi-salah-satu-prosedur-perawatan-gigi-yang-penting-untuk-menjaga-kesehatan-mulut.jpg)