Jumat, 24 April 2026

Ingin Miliki Anak Melalui Program Bayi Tabung dengan Harga Terjangkau? Ini Caranya

Grha Bunda Fertility Center, pusat layanan fertilitas dengan pendekatan menyeluruh serta biaya terjangkau,

Editor: Siti Fatimah
tribunnews.com
ILUSTRASI BAYI - Grha Bunda Fertility Center, pusat layanan fertilitas yang hadir dengan pendekatan menyeluruh serta biaya yang lebih terjangkau untuk mewujudkan kehadiran buah hati. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagian besar pasangan suami istri menginginkan untuk memiliki keturunan atau anak. Namun tak sedikit dari mereka belum bisa memiliki anak bahkan setelah bertahun-tahun menanti kehadiran sang buah hati.

Biasanya pasangan yang ingin memiliki anak akan melakukan berbagai cara, salah satunya adalah mengikuti program bayi tabung.

Program bayi tabung, atau In Vitro Fertilization (IVF), adalah prosedur kehamilan berbantuan yang melibatkan pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh (laboratorium) dan kemudian menanamkan embrio yang terbentuk ke dalam rahim wanita untuk berkembang menjadi janin.

Meski layanan program bayi tabung sudah cukup banyak, namun masih ada pasangan suami istri yang mengalami kendala terutama soal biaya.

Baca juga: Sedang Jalani Program Bayi Tabung? Ini 5 Pantangan untuk Ibu Hamil, dari Makanan Mentah sampai Rokok

Untuk memberikan dukungan bagi mereka, kini ada layanan  Fertility Center di Grha Bunda.

Grha Bunda Fertility Center, pusat layanan fertilitas yang hadir dengan pendekatan menyeluruh serta biaya yang lebih terjangkau, termasuk program IVF mulai dari Rp 45 juta.

"Kehadiran Fertility Center ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi pasangan yang mendambakan hadirnya buah hati, tanpa harus terbebani oleh biaya yang tinggi," kata Founder Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Grha Bunda Hanom Husni Syam usai acara Seminar Ilmiah  “Penanganan Uroginekologi Estetika dan Penanganan Infertilitas Terkini" yang digelar Perkumpulan Obstetri danGinekologi Indonesia (POGI) Jawa Barat di Bandung.

Ia mengatakan, Grha Bunda Fertility Center menghadirkan program dengan dosis obat minimal dan efisiensi di seluruh proses.

Selain itu, layanan ini menggunakan teknologi terkini juga digunakan untuk mendukung keberhasilan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan IVF dengan biaya lebih rasional.

Diakuinya, meski tingkat keberhasilan bayi tabung tidak pernah 100 persen namun target angka di Grha Bunda sesuai standar dunia, yakni 30–40 persen.

Sejak soft opening tahun lalu, sudah ada dua pasangan yang berhasil melahirkan bayi sehat melalui program ini.

"Kami ingin memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi pasangan untuk punya anak,” kata dr Hanom.

Acara seminar ilmiah ini diikuti para dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan materi yang mencakup kualitas keintiman, strategi penanganan non-bedah dalam uroginekologi, hingga update terkini seputar program hamil, PCOS, endometriosis, dan IVF.

Seminar menghadirkan pembicara dari berbagai bidang, di antaranya dr. Kania Praharsini, SpOG, Subsp. Urogin-Re; dr. Eppy Darmadi A, SpOG, Subsp. Urogin-Re, M.Kes; dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, SpOG; Dr. dr. Hartanto Bayuaji, SpOG, Subsp. FER; dr. Mulyanusa A. Ritonga, SpOG, Subsp. FER, M.Kes; dr. Rima Yulia Effriyanti, SpOG, Subsp. FER, M.Kes; serta Dr. dr. Hanom Husni Syam, SpOG, Subsp. FER, M.Kes .

"Melalui seminar ini juga, kami tidak hanya berbagi ilmu dengan sejawat, tetapi juga ingin masyarakat tahu bahwa kini ada pilihan layanan fertilitas yang terpercaya dan terjangkau di Bandung," katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, RSIA Grha Bunda mempertegas komitmennya sebagai rumah sakit ibu dan anak yang mendukung kesehatan reproduksi secara menyeluruh mulai dari promil, kehamilan, persalinan, hingga gangguan pasca salin.

Founder Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Grha Bunda Hanom Husni Syam (paling kanan) bersama Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jawa Barat Sonny Sasotya (tengah) pada rangkaian acara Seminar Ilmiah “Penanganan Uroginekologi Estetika dan Penanganan Infertilitas Terkini
Founder Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Grha Bunda Hanom Husni Syam (paling kanan) bersama Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jawa Barat Sonny Sasotya (tengah) pada rangkaian acara Seminar Ilmiah “Penanganan Uroginekologi Estetika dan Penanganan Infertilitas Terkini" yang digelar Perkumpulan Obstetri danGinekologi Indonesia (POGI) Jawa Barat di Bandung. (Dok Graha Bunda)

Ostia Pelvic Wellness Center

Pada kesempatan tersebut, dikanalkan juga Ostia Pelvic Wellness Center yakni klinik uroginekologi estetika pertama di Bandung.

Klinik ini berlokasi di RSIA Grha Bunda, Jalan Terusan Jakarta No. 15–17, Bandung, dan hadir sebagai pusat layanan kesehatan wanita yang menyatukan keahlian medis dan pendekatan estetika dalam penanganan masalah uroginekologi secara komprehensif.

Ostia Pelvic Wellness Center menawarkan berbagai layanan unggulan, mulai dari skrining, diagnosis, hingga tindakan bedah untuk kelainan uroginekologi, termasuk gangguan berkemih, prolaps organ panggul, dan kelainan bawaan organ reproduksi.

Selain itu, klinik ini juga menangani gangguan seksual seperti vaginismus, serta menyediakan layanan peremajaan dan rekonstruksi organ kewanitaan serta ginekologi estetika lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

"Kami mendirikan Ostia sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan perempuan akan layanan uroginekologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan psikologis. Melalui pendekatan yang menyeluruh, kami ingin menciptakan ruang aman dan profesional bagi perempuan untuk mendapatkan perawatan terbaik," ujar Dr. dr. R. M. Sonny Sasotya, Sp.OG, Subsp. Urogin-Re, salah satu pendiri sekaligus dokter subspesialis Uroginekologi Rekonstruksi Estetika di Ostia.

Klinik ini didukung oleh tim dokter subspesialis Uroginekologi Rekonstruksi Estetika yang berpengalaman dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan berbasis keilmuan terkini, teknologi modern, serta pendekatan yang humanis dan empatik.

Dengan hadirnya Ostia Pelvic Wellness Center, perempuan di Bandung kini memiliki akses terhadap layanan kesehatan reproduksi dan estetika yang sebelumnya masih terbatas dan kerap dianggap tabu.

Klinik ini resmi mulai membuka layanan untuk masyarakat umum sejak pertengahan September 2025.

Klinik ini juga menyediakan layanan kesehatan kewanitaan yang menyatukan aspek medis dan estetika secara profesional dan personal. 

Dengan fokus pada kualitas hidup dan kepercayaan diri perempuan, Ostia hadir sebagai pelopor perawatan uroginekologi modern di Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved