Selasa, 5 Mei 2026

UM Bandung Gelar INCODE 2026: Tantangan Mahasiswa Hadapi Transformasi AI di Dunia Kerja Global

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung menyelenggarakan INCODE 3rd 2026 untuk membahas tantangan AI dalam ekonomi digital dan keberlanjutan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
DOK UMB
FOTO BERSAMA - International Conference on Digital Economics (INCODE) 3rd 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. 

Menurut dia, perguruan tinggi harus berperan lebih luas, tidak sekadar sebagai tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi dan transformasi sosial.

Sementara itu, Bahromjon Khalilov Bahodirovich dari The Asia International University, Uzbekistan, menilai penggunaan identifikasi biometrik tidak hanya tren teknologi. Namun, fondasi penting untuk meningkatkan keamanan transaksi sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih personal bagi nasabah perbankan digital.

Selain itu, Khalilov menyebutt potensi besar asisten suara (voice assistants) dalam memandu pengguna melakukan transaksi perbankan yang kompleks. 

"Integrasi sistem suara ini dapat meminimalisir kesalahan manusia dan mempercepat proses layanan mandiri bagi nasabah di seluruh dunia," ucapnya. 

Sementara itu, Hisham Bin Sabri, pembicara dari Malaysia, menilai pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah ke dalam kerangka keberlanjutan global (ESG).

Dia menjelaskan bahwa maqasid al-shari'ah sangat sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

"Keduanya bertujuan untuk melindungi kesejahteraan manusia dan menjaga keseimbangan alam." 

Hisham menuturkan peran instrumen keuangan sosial Islam, seperti wakaf dan zakat sebagai penggerak ekonomi inklusif di era digital. 

Dia menilai bahwa digitalisasi instrumen-instrumen ini dapat memperluas jangkauan manfaatnya dalam mengurangi kemiskinan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). 

"Keuangan Islam secara intrinsik bersifat berkelanjutan karena prinsip-prinsipnya yang melarang eksploitasi dan mendorong pembagian risiko serta keadilan sosial," jelas Hisham. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved