ITB Dorong Pascasarjana Multidisiplin Melalui Kurikulum 10 Semester
ITB menegaskan arah pengembangan pendidikan pascasarjana yang semakin menekankan pendekatan multidisiplin.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Selain itu, ITB juga membuka peluang lintas disiplin, memungkinkan mahasiswa S1 dari satu bidang melanjutkan S2 di bidang lain, tanpa keharusan matrikulasi.
“Kami justru mendorong multidisiplin. Dunia kerja butuh lulusan yang lebar wawasannya, bukan hanya sangat dalam di satu bidang,” kata Prof. Irwan.
Ia menyebut hasil pelacakan alumni menunjukkan bahwa hanya sekitar 10 persen dunia kerja membutuhkan spesialis dengan kedalaman ekstrem, sementara 90 persen lainnya membutuhkan lulusan dengan kemampuan lintas bidang, berpikir kritis, dan adaptif.
Sebagai penopang kebijakan tersebut, pihaknya menetapkan sejumlah mata kuliah wajib lintas fakultas di tahun pertama, seperti matematika dasar, kecerdasan artifisial, critical thinking, dan sustainability.
Standar awal ini dimaksudkan agar seluruh mahasiswa memiliki kemampuan berpikir terstruktur yang sama, terlepas dari latar belakang disiplin ilmunya.
“Kurikulum masa depan memang harus fleksibel. Tidak mudah, tapi itu yang dibutuhkan,” kata dia. (*)
| Mas Jun Dorong Generasi Muda Melek Politik dan Peduli Lingkungan |
|
|---|
| Pembahasan RUU Sisdiknas di DPR: Jangan Main-Main dengan Pendidikan, atau Akan Lahir Generasi Mainan |
|
|---|
| SMA/SMK Sekolah Maung Tak Akan Ganti Nama atau Ditambah 'Maung', Kadisdik: Transformasi yang Dirubah |
|
|---|
| Pasca-Mahasiswa ITB Hilang, Jalur Pendakian Pasir Kuda di Gunung Puntang Bandung Ditutup Sementara |
|
|---|
| Kisah Ujang Cari Mahasiswa ITB Hilang hingga Tengah Malam, Pulang Pergi Gunung Puntang-Pasir Kuda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wakil-Rektor-Bidang-Akademik-dan-Kemahasiswa.jpg)