Menteri KP2MI Apresiasi UPI Bandung yang Hadirkan Migrant Center, Jadi Peluang Generasi Muda

UPI Bandung menghadirkan fasilitas bernama Migrant Center untuk mengakomodir sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
MIGRANT CENTER - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdul Kadir Karding, hadir langsung melihat fasilitas Migrant Center di UPI Bandung,  Kamis (28/8/2025).  Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan fasilitas bernama Migrant Center untuk mengakomodir sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan fasilitas bernama Migrant Center untuk mengakomodir sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing.

Keberadaan Migrasi Center ini pun diapresiasi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdul Kadir Karding, yang hadir langsung ke UPI,  Kamis (28/8/2025). 

Abdul Kadir Karding menerangkan bahwa KP2MI mengapresiasi Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi, yang sudah menindaklanjuti pertemuan pertama saat di Jakarta.salah satunya mendorong untuk menghadirkan Migrant Center.

Menurut Karding, Migrant Center merupakan upaya menjawab tenaga kerja yang hendak akan dikirimkan ke luar negeri yang rata-rata tingkat lulusannya masih belum memuaskan sekitar 20-30 persen.

"Selama ini untuk melatih mutu kerja di luar negeri membutuhkan pelatihan, salahsatunya mereka harus memiliki sertifikasi. Dan, biasanya untuk mendapatkan sertifikasi itu pelatihannya di Jakarta, lalu sertifikasinya di Bandung, atau mendapatkan skill di Jakarta dan mendapatkan pelatihan bahasanya di Bandung," ujar Karding.

Karding pun menilai peluang ini bisa ditangkap dan peluang kerja di luar negeri, seperti Jepang dan Korea sangatlah terbuka besar sekitar 600 ribuan lapangan pekerjaan. Terlebih, sekarang pemerintah Jepang atau Korea memprioritaskannya untuk orang-orang Indonesia.

BREAKING NEWS: Pengunjung Lembang Park & Zoo Berhamburan, Ada Harimau Lepas

"Ini peluang pasar yang harus disuplay dengan treatment standar sehingga bisa bagus. Kami bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia saat ini, mungkin nanti bisa dengan pemerintah daerah juga pengusaha," katanya 

Selain itu, Karding pun berkeinginan membentuk yang namanya kelas migran dengan maksud anak-anak sebelum masuk didata terkait orientasi kerjanya apakah di dalam atau luar negeri. Untuk luar negeri, dia mendorong untuk ke Jepang atau Korea.

"Nanti di kelas migran juga bisa belajar tentang bahasa dan budaya negara setempat yang hendak dituju. Saya juga ke depan memiliki cita-cita kalau Migrant Center ini sudah baik, bisa diadopsi pula oleh universitas-universitas lainnya untuk membuka jurusan khusus Migrant. Jadi, kampus bukan hanya jurusan kedokteran atau bahasa melainkan ada pula jurusan Migrant yang dari awal akan dibekali mental bekerja ke luar negeri. Namun, ini masih berupa ide," ujarnya.

Sementara Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri KP2MI atas kehadirannya meninjau langsung Migrant Center di UPI. Katanya, persiapan untuk peresmian ini belum terlalu lama. 

Baca juga: Haye-Barba Bukti Finansial Persib Luar Biasa, Pecundangi Persija Hingga Klub Thailand dan Italia

"Saya berkunjung ke Jakarta ke kantornya pak menteri belum genap sebulan lalu. Tapi, memang KP2MI ini sangat strategis idenya termasuk untuk UPI. Kami memiliki mahasiswa yang jumlahnya cukup banyak puluhan ribu dengan ada 176 program studi di dalamnya. Maka, kami harus memikirkan setelah lulus nanti mereka bisa mendapatkan cara mencari nafkah. Kami tak ingin mereka sulit mencari pekerjaan di samping menciptakan lapangan pekerjaan atau melanjutkan studinya," katanya 

Adanya kesempatan bekerja di luar negeri, Rektor UPI menilai sebagai kesempatan atau peluang luar biasa yang terbuka lebar.

"Kami ingin mengedukasi bahwa bekerja itu tak hanya di dalam negeri tapi bisa bekerja juga di luar negeri. Kami pun menggandeng KP2MI. Dan, alhamdulillah pak menteri antusias menyambut kerjasama ini dan ini pun menjadi hal baru yang bisa mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja sesungguhnya," ucap Rektor UPI.

Ke depan, lanjut Prof Didi, UPI pun akan bermitra dengan lembaga bahasa, seperti Inggris, Jepang, Korea, Arab, Perancis, dan Rusia, serta bermitra dengan lembaga tes keterampilan bahasa Korea lantaran telah mendapat izin dari pemerintah Korea. Hal tersebut dinilai Didi baik agar mahasiswa siap bekerja di luar negeri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved