Pasar Edtech Indonesia Diprediksi Tembus USD 8,8 Miliar, Sekolah Daerah Masih Terkendala Akses
Industri teknologi pendidikan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dengan proyeksi nilai pasar mencapai USD 8,8 miliar pada 2033.
Pelaksanaan program tersebut juga disertai kegiatan pelatihan bagi guru serta kepala sekolah. Tujuannya agar teknologi yang tersedia benar-benar dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Tessar menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan perangkat lunak pendidikan adalah menjaga agar sistem tersebut tetap relevan untuk digunakan dalam jangka panjang.
"Itu sebabnya sistem edukasi Arfadia dirancang agar kontennya bisa diedit dan ditambahkan oleh guru sendiri. Kami tidak ingin sistem ini hanya dipakai setahun lalu ditinggalkan. Guru harus bisa menyesuaikan materi sesuai kebutuhan kelasnya," kata Tessar.
Walaupun berbagai upaya digitalisasi mulai dilakukan di berbagai daerah, tantangan dalam pemerataan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia masih cukup besar. Pemerintah menargetkan sekitar 300.000 sekolah dapat terhubung dengan internet pada 2025 dengan dukungan kelas digital interaktif.
Data dari Direktorat Sekolah Dasar menunjukkan bahwa dari hampir 149.000 sekolah dasar di Indonesia, baru sekitar 10.000 sekolah yang memiliki perangkat komputer atau laptop dalam jumlah memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kesenjangan infrastruktur masih menjadi salah satu faktor utama yang membuat digitalisasi pendidikan belum merata di berbagai wilayah. Selain itu, keterbatasan jaringan internet di sejumlah daerah juga membuat perangkat lunak pembelajaran perlu dirancang agar tetap dapat digunakan meski dalam kondisi koneksi terbatas.
Di sisi lain, prospek industri teknologi pendidikan di Indonesia dinilai masih terbuka luas. Dengan proyeksi pertumbuhan pasar edtech yang diperkirakan mencapai laju pertumbuhan tahunan sekitar 11,79 persen hingga 2033, sektor ini memiliki potensi untuk terus berkembang.
Meski demikian, pemerataan digitalisasi pendidikan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, hingga koordinasi lintas sektor dinilai penting agar transformasi digital di dunia pendidikan dapat berlangsung lebih merata.
| Daftar 10 Daerah dengan Jumlah Siswa Putus Sekolah Tertinggi di Jabar, Tingkat SD hingga SMA/SMK |
|
|---|
| Margin Error Sangat Tinggi, Disdik Sisir Data 11 Ribu Anak Putus Sekolah di Kota Bandung |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Soal 106 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah: Siapkan Skema Sekolah Gratis |
|
|---|
| 10 Ribu Anak di Sumedang Tidak Sekolah, Dinas Pendidikan Genjot Program Akselerasi |
|
|---|
| Jawa Barat Jadi Daerah dengan Angka Anak Tidak Sekolah Tertinggi Nasional, Total 106.196 Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Founder-Arfadia-Tessar-Napitupulu-kiri-mempresent.jpg)