Selasa, 28 April 2026

Anak Tidak Sekolah di Jabar

Margin Error Sangat Tinggi, Disdik Sisir Data 11 Ribu Anak Putus Sekolah di Kota Bandung

Disdik Kota Bandung tengah memverifikasi ulang data Pusdatin yang mencatat ribuan anak putus sekolah karena ditemukan margin error tinggi.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi di SMPN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025). Terkini, Disdik Kota Bandung tengah memverifikasi ulang data Pusdatin yang mencatat ribuan anak putus sekolah karena ditemukan margin error tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Disdik Kota Bandung tengah memverifikasi ulang data Pusdatin yang mencatat ribuan anak putus sekolah karena ditemukan margin error tinggi. 
  • Data awal 22 ribu jiwa kini menyusut menjadi 7.800 setelah ditemukan adanya warga luar daerah dan penduduk usia non-produktif di atas 40 tahun. 
  • Proses validasi terus dilakukan di 30 kecamatan guna memastikan solusi tepat melalui program kesetaraan.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan anak di wilayah Kota Bandung tercatat putus sekolah. Dinas Pendidikan Kota Bandung pun masih melakukan verifikasi ulang untuk memastikan data anak putus sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, berdasarkan pusat data dan teknologi informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, pada awalnya jumlah anak putus sekolah tercatat ada 22 ribu, lalu menurun menjadi 11 ribu anak.

"Kemarin kita cek lagi datanya, ternyata ada sekitar 1.600 di luar warga Kota Bandung yang masuk di data itu. Jadi, margin error-nya masih tinggi," ujarnya saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Atas hal tersebut, pihaknya terus melakukan verifikasi ulang melalui kewilayahan dengan sistem by name by address. Sebab, dari data Pusdatin tersebut ada juga yang bukan usia produktif masih masuk ke dalam data.

"Ada juga data yang umurnya di atas 40 tahun, itu kan bukan produktif lagi. Nanti kita akan kompres terus datanya. Untuk produktif misalnya umur 7-18 itu ada berapa persen, 7 tahun itu yang mau masuk SD, sampai 18 tahun masuk SMA," katanya.

Asep mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi data Pusdatin untuk data 11 ribu anak putus sekolah tersebut dan hasilnya ternyata masih banyak yang terdata bukan warga Kota Bandung seperti Cimahi, Garut, dan daerah lainnya.

"Banyak data di luar Kota Bandung, itu setelah dihitung ada sekitar 1.600. Jadi saat ini totalnya tinggal 7.800, tapi itu juga belum final. Kita masih terus melakukan verifikasi karena khawatir ada yang umur 40 masih masuk di data itu," ucap Asep.

Setelah nanti datanya sudah fix, kata Asep, pihaknya akan langsung mengirimkan surat ke Pusdatin supaya data itu disesuaikan dengan kondisi eksisting hasil pendataan ulang oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Sekarang masih diverifikasi, kemarin informasi dari kabid ada sekitar 7.800 (anak putus sekolah). Tapi itu juga perlu ada pendataan ulang lagi karena belum menyeluruh, belum sampai ke 30 kecamatan," ujarnya.

Dengan adanya pendataan ulang tersebut, pihaknya berharap jumlah anak putus sekolah di Kota Bandung tidak sebanyak data yang dikeluarkan oleh Pusdatin. Sehingga proses verifikasi akan terus dilakukan dengan melibatkan aparat kewilayahan.

"Mudah-mudahan (turun) karena program kita terus masih dilakukan. Kita koordinasi dengan kewilayahan, bagi yang misalnya tidak sekolah, kita dengan pola pembelajaran kesetaraan paket A, B, C gitu," kata Asep.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved