Konflik AS dan Iran Memanas, Pakar Unpar: Bisa Picu Inflasi dan Turunkan Daya Beli Warga Indonesia
Memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran, dikhawatirkan akan memunculkan perang dalam skala global.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Kemudian, bagi Indonesia, konflik AS dan Iran memiliki dampak tak langsung tetapi signifikan, utamanya dalam dimensi ekonomi, energi, dan politik luar negeri.
"Dampak paling nyata dirasakan pada ketahanan energi kita di mana Indonesia masih bergantung pada impor minyak dunia, sehingga setiap muncul eskalasi konflik di Timur Tengah, berpotensi menaikkan harga minyak dunia dan berdampak pada peningkatan beban subsidi energi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," katanya
Dalam konteks lokal, lanjut Aknolt, bisa memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. Selain itu, konflik ini pun bisa memengaruhi stabilitas ekonomo global yang berdampak pada perdagangan dan investasi.
"Ketidakpastian geopolitik cenderung membuat investor bersikap lebih hati-hati, termasuk terhadap negara berkembang seperti Indonesia. Volatilitas pasar keuangan global dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dan arus masuk modal asing. Padahal, tekanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2027-2028 membutuhkan stabilitas nilai tukar dan investasi asing," katanya.
Terakhir, konflik AS–Iran juga bisa menjadi pengingat pentingnya Indonesia untuk mempercepat diversifikasi energi dan transisi menuju energi terbarukan, termasuk kendaraan listrik dan energi hijau. Ketergantungan pada energi fosil impor semakin membuktikan rentannya posisi Indonesia yang berdampak pada stabilitas sosial-politik domestik.
| Rupiah Tembus Rp17.800, Ekonom Unpar Ingatkan Status Indonesia Sebagai Importir Minyak |
|
|---|
| Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 dalam WIB: Ramah Penonton, Banyak Laga Seru Main Jam 4 Sampai 8 Pagi |
|
|---|
| Kertajati Bakal Jadi Pusat Rawat Pesawat Militer AS, Pengamat Unpar: Harus Ada Transfer Teknologi |
|
|---|
| BIJB Kertajati Jadi MRO Hercules, TB Hasanuddin Sebut Potensi Jadi Pangkalan Militer AS Terselubung |
|
|---|
| Ekonom Unpar: Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000 jika Konflik Timur Tengah Berlanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pengamat-Ekonomi-Universitas-Parahyangan-Unpar-Bandung-Aknolt-Kristian-Pakpahan-1111.jpg)