Kamis, 4 Juni 2026

Konflik AS dan Iran Memanas, Pakar Unpar: Bisa Picu Inflasi dan Turunkan Daya Beli Warga Indonesia

Memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran, dikhawatirkan akan memunculkan perang dalam skala global.

Tayang:
dokumentasi pribadi
Pengamat Ekonomi Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Aknolt Kristian Pakpahan. 

Kemudian, bagi Indonesia, konflik AS dan Iran memiliki dampak tak langsung tetapi signifikan, utamanya dalam dimensi ekonomi, energi, dan politik luar negeri.

"Dampak paling nyata dirasakan pada ketahanan energi kita di mana Indonesia masih bergantung pada impor minyak dunia, sehingga setiap muncul eskalasi konflik di Timur Tengah, berpotensi menaikkan harga minyak dunia dan berdampak pada peningkatan beban subsidi energi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," katanya 

Dalam konteks lokal, lanjut Aknolt, bisa memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. Selain itu, konflik ini pun bisa memengaruhi stabilitas ekonomo global yang berdampak pada perdagangan dan investasi.

"Ketidakpastian geopolitik cenderung membuat investor bersikap lebih hati-hati, termasuk terhadap negara berkembang seperti Indonesia. Volatilitas pasar keuangan global dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dan arus masuk modal asing. Padahal, tekanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2027-2028 membutuhkan stabilitas nilai tukar dan investasi asing," katanya.

Terakhir, konflik AS–Iran juga bisa menjadi pengingat pentingnya Indonesia untuk mempercepat diversifikasi energi dan transisi menuju energi terbarukan, termasuk kendaraan listrik dan energi hijau. Ketergantungan pada energi fosil impor semakin membuktikan rentannya posisi Indonesia yang berdampak pada stabilitas sosial-politik domestik.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved