Kamis, 21 Mei 2026

BIJB Kertajati Jadi MRO Hercules, TB Hasanuddin Sebut Potensi Jadi Pangkalan Militer AS Terselubung

Tawaran tersebut datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat, bukan dari pabrikan pesawat Hercules sebagai kerja sama industri murni.

Tayang:
TRIBUNCIREBON/AHMAD IMAM BAEHAQI
Suasana terminal BIJB Kertajati di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (10/1/2024). Manajemen Bandara Kertajati bakal menambah penerbangan kargo pada tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati direncanakan menjadi pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules atas usulan Pemerintah Amerika Serikat.
  • Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah berhati-hati karena kerja sama ini memiliki dimensi strategis, pertahanan, dan kedaulatan.
  • Ia menekankan pentingnya kejelasan cakupan operasional MRO, sebab jika hanya untuk pesawat militer AS di Asia Pasifik bisa menimbulkan persepsi pangkalan militer asing

TRIBUNJABAR.ID - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, direncanakan bakal menjadi  Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau pusat perawatan pesawat C-130 Hercules.

Rencana tersebut merupakan usulan Pemerintah Amerika Serikat.

Rencana tersebut mendapat perhatian anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin.

Baca juga: Presiden Restui Bandara Kertajati Jadi Episentrum MRO Hercules: Pusat Bengkel Hercules di Asia

TB Hasanuddin meminta pemerintah berhati-hati terkait persetujuan Bandara Kertajati jadi pusat perawatan MRO tersebut.

TB Hasanuddin mengingatkan, kerjasama tersebut bukan proyek biasa, tapi memiliki dimensi strategis, pertahanan, hingga kedaulatan negara yang harus dikaji secara menyeluruh.

“Keputusan menerima tawaran Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai MRO hubs pesawat C-130 dan menetapkan Bandara Kertajati sebagai lokasinya harus dijalankan dengan sangat hati-hati dan transparan,” kata TB Hasanuddin, Kamis (21/5/2026).

TB Hasanuddn menekankan pentingnya kejelasan cakupan operasional MRO.

Apabila fasilitas itu hanya digunakan untuk pesawat-pesawat C-130 milik militer Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik, maka hal itu berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan politik strategis.

"Persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia. Ini tentu harus dicermati karena dapat berbenturan dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia,” ujarnya.

Publik, menurut TB Hasanuddin, perlu memahami bahwa tawaran tersebut datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat, bukan dari pabrikan pesawat Hercules sebagai kerja sama industri murni. Karena itu, menurutnya, aspek kepentingan strategis militer AS sangat kuat dalam rencana tersebut.

TB Hasanuddin juga menyoroti status Bandara Kertajati yang selama ini merupakan bandara sipil. Menurut dia, apabila digunakan sebagai pusat perawatan pesawat militer asing, maka perlu ada penyesuaian regulasi, tata kelola, serta pengaturan zonasi yang jelas.

Baca juga: Presiden Restui Bandara Kertajati Jadi Episentrum MRO Hercules: Pusat Bengkel Hercules di Asia

“Bandara Kertajati saat ini berstatus bandara penerbangan sipil. Kalau nanti menjadi pusat perawatan pesawat militer, tentu harus ada pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil untuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.

TB Hasanuddin menambahkan, di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan Filipina, kerja sama MRO dengan Amerika Serikat memang dilakukan untuk mendukung operasional pesawat militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Namun, fasilitas tersebut umumnya ditempatkan di kawasan industri khusus atau fasilitas milik industri perawatan pesawat domestik.

Karena itu, TB Hasanuddin meminta pemerintah memastikan adanya manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, khususnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Prinsip utamanya adalah menjaga kedaulatan negara, memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas, serta memperkuat industri pertahanan dalam negeri,” pungkas TB Hasanuddin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved