Rabu, 20 Mei 2026

Pimpinan Pesantren di Garut Diduga Lecehkan dan Aniaya Santriwatinya, Hampir Diamuk Massa

Oknum pimpinan pesantren di Garut hampir dihajar warga karena diduga lakukan kekerasan fisik dan seksual pada santriwatinya

Tayang:
Kompas.com
PONDOK PESANTREn - Suasana pondok pesantren milik AN (45) terduga pelaku kekerasan seksual terhadap seorang santriwatinya di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, nampak sepi 

Ringkasan Berita:
  • Seorang oknum pimpinan pesantren di Garut berinisial AN (45) diduga melakukan kekerasan seksual dan fisik terhadap santriwati berusia 15 tahun.
  • Aksi pelaku sudah berlangsung selama satu tahun dengan modus membangunkan korban untuk salat malam lalu melakukan perbuatan tak pantas.
  • Korban mengalami trauma berat, didampingi kuasa hukum Aditya Kosasih dan tim psikolog untuk pemulihan.
  • Warga sempat menggeruduk pondok pesantren dan hampir menghakimi pelaku, namun AN berhasil diamankan polisi.

TRIBUNJABAR.ID - Seorang oknum pimpinan pesantren di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, diduga melakukan kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadapo seorang santriwati.

Pelaku berinisial AN (45) bahkan hampir diamuk massa yang geram dengan kelakuannya.

AN pun kini telah diamankan polisi setelah nyaris dihajar warga, Sabtu (16/5/2026) malam.

Baca juga: Siswi SMA di Cirebon Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh Sesama Pelajar, Diancam Sebar Foto

Santriwati yang menjadi korban masih di bawah umur, yakni baru berusia 15 tahun dan sudah tinggal di pondok pesantren yang dipimpin pelaku selama satu tahun.

Kuasa hukum korban, Aditya Kosasih, mengungkapkan, dari pengakuan korban, tersangka sudah melakukan aksi tak pantasnya selama satu tahun.

Salah satu modus yang dilakukannya adalah membangunkan korban untuk salat malam, lalu melakukan perbuatan tak pantasnya setelah korban melakukan wudhu.

Tak hanya melakukan kekerasan seksual, pelaku pun kerap melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

Kekerasan yang dilakukan pelaku berupa tamparan di wajah hingga cekikan. Aksinya pun disaksikan teman korban.

"Korban ini sekarang mengalami trauma berat, termasuk juga ibunya sama traumanya, kita juga didampingi tim psikolog untuk memulihkan korban," ujar Aditya Kosasih, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Pengajar Pondok Pesantren di Ciamis Duduga Rudapaksa Bocah Usia 11 Tahun dan Lecehkan 2 Bocah Lain

Hampir Diamuk Massa

Aksi kekerasan seksual dan fisik yang dilakukan pelaku mengundang amarah warga.

Oknum pimpinan pesantren itu pun hampir jadi korban amuk massa.

Ratusan warga menggeruduk kediaman pelaku yang berada di dalam pondok.

AN pun sempat bertahan di rumah hingga diamankan polisi.

Dilansir dari Kompas.com, sisa-sisa amarah warga pun masih tersisa di pondok pesantren.

Barang barang berserakan di dalam dan halaman rumah, dari baji hingga buku keluar dari lemari, kondisi jendela ruang tamu pun pecah.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved