Minggu, 7 Juni 2026

Pungli di Garut Selatan Tak Pernah Bisa Diusut, GGW Nilai Sudah Terstruktur dan Dibiarkan

Seperti tak pernah berujung, praktik pungutan liar di kawasan wisata Garut selatan tak pernah bisa diusut.

Tayang:
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
PUNGLI PANTAI GARUT - Objek wisata pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali menyita perhatian publik setelah viral aksi pungutan liar atau pungli yang menyasar wisatawan di libur lebaran 2026. Praktik pungli di kawasan wisata pantai selatan Garut yang sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan ini, disoroti Garut Governance Watch (GGW).  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seperti tak pernah berujung, praktik pungutan liar di kawasan wisata Garut selatan tak pernah bisa diusut.

Praktik pungli di kawasan wisata pantai selatan Garut yang sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan ini, disoroti Garut Governance Watch (GGW). 

Bahkan GGW menyebut fenomena ini bukan lagi kasus tahunan, melainkan telah berkembang menjadi praktik yang terstruktur yang diduga dilakukan di hari-hari biasa.

Ketua Dewan Etik GGW Garut, Agus Sugandhi, menilai kondisi tersebut tidak lepas dari lemahnya pengawasan dan dugaan keterlibatan pihak terkait, khususnya di lingkungan Dinas Pariwisata.

Ia menyebut adanya indikasi pembiaran yang membuat praktik pungli terus berulang tanpa penanganan serius.

Baca juga: Hujan Lebat Disertai Hujan Es Picu Longsor di Nagreg, Jalur Bandung-Garut Sempat Lumpuh

"Ini sudah masuk kategori korupsi struktural. Kami melihat ada dugaan pembiaran, bahkan kemungkinan adanya pihak-pihak yang dijadikan proksi untuk menarik pungutan," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (28/3/2026).

Ia menuturkan bahwa proksi atau pihak perantara yang digunakan untuk mewakili atau menjalankan praktik seperti pungutan liar diduga berperan dalam pelaksanaan di lapangan sekaligus menyetorkan sejumlah hasilnya.

Menurutnya, ada dugaan bahwa oknum dari dinas pariwisata membentuk pihak-pihak perantara tersebut untuk membiarkan praktik itu terjadi.

"Diduga dan dimungkinkan untuk mendapatkan setoran setoran dari proksinya itu," ungkapnya.

Agus menjelaskan hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari Inspektorat untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap persoalan tersebut. 

Padahal, potensi kunjungan wisatawan ke pantai selatan Garut terus meningkat, seiring bertambahnya fasilitas penunjang seperti hotel dan tempat wisata.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang Jatigede Sumedang, Belasan Rumah Rusak Hingga Pohon Tumbang 

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, praktik pungli akan semakin mengakar dan menjadi semacam tradisi  yang merugikan masyarakat serta mencoreng citra pariwisata Garut.

"Ini sudah masuk ke korupsi sosial dan cenderung dibiarkan, inspektorat harus turun atau Polres Garut dulu lah yang turun," ucapnya.

Tribun Jabar telah mengonfirmasi kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, terkait polemik dan dugaan pembiaran aktivitas pungli, khususnya di kawasan pantai selatan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved