Cuaca Ekstrem Terjang Jatigede Sumedang, Belasan Rumah Rusak Hingga Pohon Tumbang
Belasan rumah warga di Kampung Pasir Kaliki, Desa Ciranggem, Kabupaten Sumedang, rusak akibat diterjang angin kencang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Belasan rumah warga di Kampung Pasir Kaliki, Desa Ciranggem Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang, rusak akibat diterjang angin kencang
- Dampak cuaca ekstrem ini juga membuat bangunan masjid rusak dan sejumlah pohon tumbang, hingga menimpa rumah dan jaringan listrik PLN.
- Peristiwa ini terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras, Sabtu (28/3/2026) sore
- Dampak cuaca ekstrem terjadi di beberapa titik
Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Belasan rumah warga di Kampung Pasir Kaliki, Desa Ciranggem Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang, rusak akibat diterjang angin kencang.
Dampak cuaca ekstrem ini juga membuat bangunan masjid rusak dan sejumlah pohon tumbang, hingga menimpa rumah dan jaringan listrik PLN.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Bambang Rianto, peristiwa ini terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras, Sabtu (28/3/2026) sore.
"Peristiwa ini terjadi sekira pukul 15.00 WIB, " kata Bambang Rianto dikonfirmasi Tribun Jabar.id.
Bambang mengatakan, dampak cuaca ekstrem terjadi di beberapa titik.
Menurutnya, dampak di RT 04 /03, sebanyak 11 rumah dan 1 bangunan masjid rusak ringan, dan dampak RT 04/03, pohon tumbang hingga menimpa satu rumah, dan sejumlah rumah gentingnya tersapu angin, dan dua tiang jaringan listrik PLN tumbang.
Kemudian, katanya, dampak di RT05/02, sebanyak tiga rumah rusak, satu di antaranya tertimpa pohon tumbang.
"Total ada 15 rumah dan satu bangunan masjid yang rusak. Kerusakan bangunan ini pada atap bangunan, dan genting bangunan," ujarnya.
Ia menyebutkan, dampak cuaca ekstrem tersebut tidak merenggut korban jiwa.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka," katanya. (*)
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-rumah-di-Kampung-Pasir-KalikiSumedang.jpg)