Dolar Menguat dan BI Rate Naik, Eksportir Jabar Untung Sesaat Tapi Tertekan dalam Jangka Panjang
Penguatan dolar AS dan kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen dinilai GPEI Jawa Barat hanya memberikan keuntungan sesaat bagi eksportir.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
“Kepastian stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar itu jauh lebih penting daripada nilai dolar yang terlalu tinggi namun tidak menentu,” kata Rudi.
Menurut dia, volatilitas nilai tukar menyulitkan eksportir dalam menentukan harga jual dan menyusun kontrak dagang dengan pembeli luar negeri.
“Fluktuasi atau volatilitas ini menyulitkan pelaku ekspor untuk melakukan perhitungan harga jual produk ekspornya ke luar negeri terkait dengan perjanjian kontrak dagangnya,” tuturnya.
Rudi menegaskan, keberlanjutan usaha jauh lebih penting dibanding keuntungan sesaat akibat dolar yang menguat.
| Operasional Bus Membengkak Akibat Rupiah Lemah, Organda Ciamis Sebut Kenaikan Tarif Bisa Terjadi |
|
|---|
| BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Pengusaha Pilih Bertahan dan Tekan Pengeluaran |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Berpotensi Dorong Kenaikan Tarif Bus di Bandung hingga 10 Persen |
|
|---|
| Rupiah Terus Melemah Pukul Perekonomian Masyarakat di Pangandaran, Warga: Belanja Jadi Lebih Berat |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Oli dan Suku Cadang di Bandung Terus Merangkak Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ilustrasi-nilai-tukar-rupiah-kurs-rupiah-dan-dollar-AS.jpg)