Rupiah Tertekan dan IHSG Anjlok, Pengamat Unpas: Kelas Menengah Makin Terjepit
Melemahnya nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai semakin memperberat kondisi masyarakat kelas menengah.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Di sisi lain, tekanan terhadap kelas menengah berpotensi semakin berat karena masyarakat juga harus menghadapi kenaikan harga barang dan jasa.
"Kita harus mengandalkan konsumsi rumah tangga untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Tetapi konsumsi ini harus diberi napas. Masalahnya, sekarang masyarakat juga berhadapan dengan inflasi yang cukup tinggi," katanya.
Acuviarta menilai kombinasi pelemahan rupiah, lesunya pasar modal, serta meningkatnya tekanan harga berisiko menurunkan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.
Menurutnya, menjaga daya beli kelas menengah menjadi langkah penting karena kelompok tersebut merupakan tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.
| Rupiah Ambruk ke Rp18.095, Warga di Bandung Mulai Lirik Mata Uang Asing Selain Dolar |
|
|---|
| Rupiah Makin 'Longsor', Pengusaha Furnitur di Cirebon Kian Tertekan, Untung Ekspor Tak Lagi Manis |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Harga Elektronik di BEC Naik hingga 20 Persen |
|
|---|
| Rupiah Ambruk Tembus Rp18.028 per Dolar AS, Pengamat Ekonomi Uninus: Ini 'Crisis of Confidence'! |
|
|---|
| IHSG Anjlok 4,11 Persen, Pengamat Sebut Investor Sedang Kehilangan Kepercayaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-ihsg-ilustrasi-indeks-harga-saham.jpg)