Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Es di Cirebon Menjerit, Omzet Terjepit
Kenaikan harga plastik, mulai dari kantong kresek hingga kemasan minuman, membuat para pedagang berada dalam posisi serba sulit.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
“Ya sekarang kayak gini keadaannya, sepi. Nggak ada pembeli,” jelas dia.
Baca juga: Harga Plastik di Bandung Melonjak Hampir 100 Persen, Pedagang Kaki Lima Terpaksa Tekan Keuntungan
Karena sering mendapat keluhan, Aeni pun terpaksa mengembalikan harga jual seperti semula, meski harus menanggung penurunan keuntungan.
“Ya udahlah, terpaksa ibu sikat,” katanya, menggambarkan kondisi terpaksa bertahan di tengah tekanan biaya.
Sementara itu, dari sisi pembeli, kenaikan harga juga menimbulkan keterkejutan.
Banyak konsumen yang mengaku tidak mengetahui adanya lonjakan harga plastik sebagai penyebab naiknya harga es.
Salah seorang pembeli, Husen Sadara (32), mengaku terbiasa membeli es dengan harga tetap sehingga kaget saat terjadi kenaikan.
“Ya kalau kita sebagai pembeli kan, awalnya beli Rp 5.000, tadi juga beli Rp5.000, sekarang masih tetap Rp 5.000. Jadi tahunya segitu harganya,” ujar Husen.
Ia menilai, konsumen umumnya tidak memperhitungkan kenaikan bahan baku yang dialami pedagang.
“Kalau ada kenaikan sampai Rp 1.000 atau Rp 2.000 ya kaget juga. Karena biasanya beli cuma Rp5.000,” ucapnya.
Menurut Husen, faktor kenyamanan juga memengaruhi pilihan pembeli, terutama penggunaan kemasan.
“Kalau pakai cup kan enak, bisa dibawa kayak gelas. Kalau plastik biasanya lebih murah,” jelas dia.
Hingga kini, harga berbagai jenis plastik di pasaran dilaporkan terus mengalami kenaikan, bahkan mencapai lebih dari 100 persen, terutama untuk plastik kemasan dan kantong kresek.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku impor di tengah konflik global, yang berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang kecil.
Baca juga: Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik Bikin Harga Tahu di Cibuntu Bandung Kompak Meroket
Di tengah kondisi tersebut, para pedagang hanya bisa bertahan, meski harus rela keuntungan menipis bahkan omzet turun tajam.
| Banyak Warga Cirebon Pilih Jadi Pekerja Migran, Tuntutan Ekonomi hingga Sulit Cari Kerja di Daerah |
|
|---|
| Dolar AS Rp 18.000, Minat Warga Cirebon Jadi PMI Meroket, Kecamatan Ini Jadi Penyumbang Terbanyak |
|
|---|
| Jokowi Bakal Datangi Cirebon, Projo: Mau Blusukan Saja Sudah pada Heboh |
|
|---|
| Pelabuhan Cirebon Jadi Nadi Logistik Pantura, Topang Distribusi Industri Jawa Barat 24 Jam Nonstop |
|
|---|
| Bangganya Mang Dodom di Cirebon, Sapi Jumbonya Dibeli Presiden Rp 80 Juta untuk Kurban Iduladha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aeni-Pedagang-es-di-Kota-Cirebon-menjerit.jpg)