Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Es di Cirebon Menjerit, Omzet Terjepit
Kenaikan harga plastik, mulai dari kantong kresek hingga kemasan minuman, membuat para pedagang berada dalam posisi serba sulit.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Harga plastik di Cirebon, termasuk kantong kresek dan kemasan minuman, naik lebih dari 100 persen.
- Pedagang es seperti Aeni (60) terpaksa menaikkan harga Rp1.000 per bungkus, namun ditolak pembeli.
- Omzet pedagang turun drastis, dari Rp250–300 ribu per hari menjadi sulit mencapai Rp100 ribu.
- Konsumen kaget dengan kenaikan harga, karena biasanya membeli es Rp5.000 tanpa memperhitungkan biaya bahan baku.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Harga plastik yang terus melejit gila-gilaan membuat pedagang kaki lima, khususnya pedagang es di Kota Cirebon, menjerit.
Tak hanya biaya produksi yang membengkak, para pedagang juga harus menghadapi keluhan pembeli saat harga jual dinaikkan, hingga akhirnya memilih bertahan di harga normal meski omzet anjlok drastis.
Kondisi ini terlihat di kawasan Pasar Pagi, Kota Cirebon, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Harga Plastik Naik, Pengamat Soroti Ketergantungan Impor dan Peluang Industri Ramah Lingkungan
Kenaikan harga plastik, mulai dari kantong kresek hingga kemasan minuman, membuat para pedagang berada dalam posisi serba sulit.
Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya produksi.
Namun di sisi lain, pembeli kerap menolak kenaikan harga tersebut.
Salah satu pedagang es, Aeni (60), mengaku sempat menaikkan harga jual es sebesar Rp 1.000 per bungkus.
Namun, langkah itu justru menuai protes dari pembeli.
“Ini kan naik semua, sedotan naik, plastik naik,” ujar Aeni, saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku sudah terjadi sejak sebelum bulan puasa.
Dampaknya sangat terasa pada pendapatan harian.
“Omzetnya dulu bisa Rp 300 ribu sampai Rp 250 ribu. Sekarang nyari uang Rp100 ribu saja susah,” ucapnya.
Aeni menyebut, kondisi saat ini jauh lebih sepi dibanding sebelumnya.
Bahkan dalam sehari, ia kerap kesulitan mendapatkan pembeli.
“Ya sekarang kayak gini keadaannya, sepi. Nggak ada pembeli,” jelas dia.
Baca juga: Harga Plastik di Bandung Melonjak Hampir 100 Persen, Pedagang Kaki Lima Terpaksa Tekan Keuntungan
Karena sering mendapat keluhan, Aeni pun terpaksa mengembalikan harga jual seperti semula, meski harus menanggung penurunan keuntungan.
“Ya udahlah, terpaksa ibu sikat,” katanya, menggambarkan kondisi terpaksa bertahan di tengah tekanan biaya.
Sementara itu, dari sisi pembeli, kenaikan harga juga menimbulkan keterkejutan.
Banyak konsumen yang mengaku tidak mengetahui adanya lonjakan harga plastik sebagai penyebab naiknya harga es.
Salah seorang pembeli, Husen Sadara (32), mengaku terbiasa membeli es dengan harga tetap sehingga kaget saat terjadi kenaikan.
“Ya kalau kita sebagai pembeli kan, awalnya beli Rp 5.000, tadi juga beli Rp5.000, sekarang masih tetap Rp 5.000. Jadi tahunya segitu harganya,” ujar Husen.
Ia menilai, konsumen umumnya tidak memperhitungkan kenaikan bahan baku yang dialami pedagang.
“Kalau ada kenaikan sampai Rp 1.000 atau Rp 2.000 ya kaget juga. Karena biasanya beli cuma Rp5.000,” ucapnya.
Menurut Husen, faktor kenyamanan juga memengaruhi pilihan pembeli, terutama penggunaan kemasan.
“Kalau pakai cup kan enak, bisa dibawa kayak gelas. Kalau plastik biasanya lebih murah,” jelas dia.
Hingga kini, harga berbagai jenis plastik di pasaran dilaporkan terus mengalami kenaikan, bahkan mencapai lebih dari 100 persen, terutama untuk plastik kemasan dan kantong kresek.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku impor di tengah konflik global, yang berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang kecil.
Baca juga: Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik Bikin Harga Tahu di Cibuntu Bandung Kompak Meroket
Di tengah kondisi tersebut, para pedagang hanya bisa bertahan, meski harus rela keuntungan menipis bahkan omzet turun tajam.
| Cirebon Siaga Jelang Persija vs Persib, Polisi Siap Tegas Bubarkan Nobar dan Konvoi |
|
|---|
| Sempat Minta Tolong, Empat Bocah Hanyut di Sungai Kriyan Cirebon, Tiga Selamat Satu Hilang |
|
|---|
| Kisah Uhe & Istoifah, Calon Jemaah Haji Asal Jabar: Belasan Tahun Menabung demi Sujud di Tanah Suci |
|
|---|
| Belasan Jadwal Dibatalkan dan Enam Kereta di Cirebon Terlambat Akibat Tragedi KA Bekasi Timur |
|
|---|
| Petani Cirebon Kini Bisa Pakai Drone Semprot Pestisida, Sekali Terbang Jangkau 8 Hektare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aeni-Pedagang-es-di-Kota-Cirebon-menjerit.jpg)