Jumat, 12 Juni 2026

Pemerintah Dorong LKP Cetak SDM Sesuai Kebutuhan Industri

Lembaga kursus dan pelatihan dinilai menjadi salah satu jalur efektif mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nappisah
ISHVIASTUTI - Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ariyanti (LPP Ariyanti), Ishviastuti Oskar di kampus LPP Aryanti 

Ringkasan Berita:
  • Lembaga kursus dan pelatihan dinilai menjadi salah satu jalur efektif mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja, seiring terbukanya kebutuhan industri
  • Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI turut konsen memastikan pendidikan di LKP mencetak lulusan yang berkualitas

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dinilai menjadi salah satu jalur efektif mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja, seiring terbukanya kebutuhan industri.

Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ariyanti (LPP Ariyanti), Ishviastuti Oskar, mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI turut konsen memastikan pendidikan di LKP mencetak lulusan yang berkualitas. 

Dikatakannya, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen RI, Tatang Muttaqin,  turut terjun langsung memantau proses pembelajaran di lembaga kursus guna memastikan proses pembelajaran selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga: Kolaborasi bank bjb dan LPK Dorong Perencanaan Pensiun Sejak Dini

“Kehadiran dan perhatian dari Kemendikdasmen RI ini membuat kami merasa diperhatikan dan sangat penting bagi pengembangan SDM di Indonesia,” ujarnya, saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Jumat (24/4/2026). 

Menurutnya, proses mencetak SDM siap kerja tidak berhenti saat peserta didik lulus. LPP Ariyanti masih melakukan pendampingan melalui pembinaan karier dan bursa kerja.

Ia menjelaskan, keterampilan teknis (hard skill) tetap menjadi dasar utama.

Namun, kemampuan nonteknis seperti komunikasi dan adaptasi justru menjadi pembeda di lapangan.

Karena itu, lulusan tidak selalu harus bekerja sesuai bidang awal, selama mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki.

“Kalau pun tidak bisa di linear, ilmu keterampilan yang mereka punya harus bisa bernegosiasi dengan diri sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan, lulusan akuntansi bisa bekerja sebagai sales di hotel karena didukung kemampuan public speaking dan pemahaman angka.

“Misalnya dari akuntansi dia pintar public speaking, sekarang jadi sales di hotel bintang lima,” ucapnya.

Selain menyiapkan SDM untuk pasar kerja dalam negeri, lembaga kursus juga membuka peluang kerja ke luar negeri, terutama di sektor perhotelan.

Baca juga: Cerita LPK SO Mirai Nusantara di Jatinangor Sumedang 2 Kali Pagar Dihantam Truk, Kali Ini Terparah

Kendati demikian, tantangan muncul dari rendahnya minat peserta didik untuk bekerja di luar negeri, khususnya kawasan Timur Tengah.

“Lowongan kerja di Middle East banyak sekali di hospitality, tapi peminatnya anjlok karena takut,” kata Ishviastuti.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved