Hadapi Krisis Energi Disrupsi Rantai Pasok, Industri Tekstil Indonesia-India Pererat Kolaborasi
Indonesia dan India resmi menyepakati kerja sama strategis untuk menjaga stabilitas industri tekstil dan garmen
Ia juga melihat potensi luar biasa di Indonesia, yang dinilai memiliki kemiripan besar dengan pasar India dalam hal populasi, namun dengan keunggulan PDB per kapita yang lebih tinggi.
"Daya beli masyarakat Indonesia yang kuat menjadikan kebutuhan akan pakaian sebagai kebutuhan pokok setelah pangan selalu relevan. Meski kondisi ekonomi global sedang menghadapi tantangan akibat konflik di Timur Tengah, saya optimis bahwa industri tekstil Indonesia memiliki masa depan cerah melalui modernisasi," katanya.
Ia bahkan mendorong industri lokal untuk mulai melirik energi alternatif seperti tenaga surya guna mengurangi ketergantungan pada minyak mentah.
Sementara itu, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa menyambut baik kehadiran delegasi permesinan tekstil India. Jemmy menyampaikan bahwa “India memang saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen sehingga produktifitas India cukup tinggi.
"Kita menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerjasama ini untuk saling belajar dan bekerjasama," kata Jemmy.
Indonesia dilirik sebagai destinasi strategis, terutama seiring berkembangnya tren sustainable fashion dan digitalisasi rantai pasok global, didukung jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, serta komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan ekspor sektor tekstil nasional yang saat ini mampu menunjukkan resiliensi.
“Seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia akan melakukan berbagai jenis corporate action demi efisiensi energi dan peningkatan produktifitas. Kami juga apresiasi Pemerintah yang telah mendukung iklim investasi padat karya yang semakin baik," katanya.
Pembahasan tehnologi mesin ramah energi di Bandung, antara India dan Indonesia ini membahas bagaimana transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik di India maupun Indonesia.
“Produktifitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgen," tegasnya.
| Industri Tekstil Jabar Mulai Rasakan Dampak Konflik Timur Tengah, Rantai Bahan Baku Terganggu |
|
|---|
| Industri Tekstil Tolak Impor Worn Clothing, Nandi Herdiaman Sebut Bakal Ganggu Pasar |
|
|---|
| Peningkatan Kualitas SDM Mendorong Industri TPT Lebih Kompetitif di Pasar Global |
|
|---|
| Dorong Pengesahan RUU Pertekstilan, Ketua API: Menjaga Lapangan Kerja dan Daya Saing Nasional |
|
|---|
| Komisi XI DPR RI Dukung Pertumbuhan Industri Tekstil Padat Karya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/India-ITME-Society-bersama-API-menyelenggarakan-Interactive.jpg)