Jumat, 12 Juni 2026

Hadapi Krisis Energi Disrupsi Rantai Pasok, Industri Tekstil Indonesia-India Pererat Kolaborasi

Indonesia dan India resmi menyepakati kerja sama strategis untuk menjaga stabilitas industri tekstil dan garmen

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok ITME
INTERACTIVE BUSINESS - India ITME Society bersama API menyelenggarakan Interactive Business Session pada 13 April 2026 di Hotel Sheraton Bandung. Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku industri India dengan mitra lokal dalam rangka memperluas investasi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi. 

Ia juga melihat potensi luar biasa di Indonesia, yang dinilai memiliki kemiripan besar dengan pasar India dalam hal populasi, namun dengan keunggulan PDB per kapita yang lebih tinggi.

"Daya beli masyarakat Indonesia yang kuat menjadikan kebutuhan akan pakaian sebagai kebutuhan pokok setelah pangan selalu relevan. Meski kondisi ekonomi global sedang menghadapi tantangan akibat konflik di Timur Tengah, saya optimis bahwa industri tekstil Indonesia memiliki masa depan cerah melalui modernisasi," katanya.

Ia bahkan mendorong industri lokal untuk mulai melirik energi alternatif seperti tenaga surya guna mengurangi ketergantungan pada minyak mentah.

Sementara itu, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa menyambut baik kehadiran  delegasi permesinan tekstil India. Jemmy menyampaikan bahwa “India memang saat ini cukup  maju dalam industri permesinan tekstil dan garmen sehingga produktifitas India cukup tinggi.

"Kita menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota  API bisa memanfaatkan kunjungan kerjasama ini untuk saling belajar dan bekerjasama," kata Jemmy.

Indonesia dilirik sebagai destinasi strategis, terutama seiring berkembangnya tren sustainable  fashion dan digitalisasi rantai pasok global, didukung jumlah penduduk yang besar,  pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, serta komitmen pemerintah dalam mendorong  peningkatan ekspor sektor tekstil nasional yang saat ini mampu menunjukkan resiliensi.

“Seluruh industri tekstil dan produk tekstil Indonesia  akan melakukan berbagai jenis corporate action demi efisiensi energi dan peningkatan  produktifitas. Kami juga apresiasi Pemerintah yang telah mendukung iklim investasi padat karya  yang semakin baik," katanya.

Pembahasan tehnologi mesin ramah energi di Bandung, antara India dan Indonesia ini membahas bagaimana transformasi teknologi dan otomatisasi bisa diaplikasikan tanpa  mengorbankan tenaga kerja padat karya yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik di India  maupun Indonesia.

“Produktifitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgen," tegasnya.  

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved