Minggu, 19 April 2026

Neduh Kopi, Cafe Halaman Rumah yang Bertahan dari Pandemi dan Terus Berinovasi

Usaha Coffe Shop yang dirintis Ridzky terus berinovasi dengan memanfaatkan dunia digital yang ditunjang provider Indosat.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
NEDUH KOPI - Ridzky Ahdhan (36), pemilik Neduh Kopi. Usaha Coffe Shop yang dirintis Ridzky terus berinovasi dengan memanfaatkan dunia digital yang ditunjang provider Indosat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana Neduh Kopi, sebuah cafe mungil di Jalan Terusan Ciliwung, nampak ramai Jumat (28/11/2025). Dari kejauhan, lampu-lampu mulai menyala. Aroma kopi dan suara tawa para pengunjung langsung menyambut saat masuk area cafenya.

Neduh Kopi berada di antara deretan pemukiman warga.

Memanfaatkan halaman rumah yang asri dengan pohon besar berdiri sebagai peneduh alami kafe mungil ini.

Di bawah pohon besar tersebut, sekelompok anak muda duduk santai. Beberapa pengunjung lain, menikmati makanan ringan, sambil bertukar cerita.

Ada pasangan yang tenggelam dalam percakapan, ada pula mahasiswa yang sibuk mengerjakan tugas sambil menyeruput kopi. Riuh rendah suara mereka berpadu menjadi latar di Naduh Kopi.

Ridzky Ahdhan (36), pemilik Neduh Kopi bercerita bahwa usahanya dibidang kuliner ini dimulai sejak 2019.

“Kenapa namanya Neduh, karena memang di daerah rumah itu yang punya pohon besar cuma di rumah saya, yang lainnya sudah sisa semen dan beton gitu. Jadi, makanya diberi nama Neduh, karena memang tempatnya bisa meneduhkan,” ujar Ridzky, saat berbincang dengan Tribun, Jumat (28/11/2025).

Perjalanan usaha Ridzky tidaklah mudah. Usaha yang dirintis dari 2019 ini, baru benar-benar beroperasi pada 2020. 

“Nah, baru satu minggu buka, Pemerintah menerapkan PPKM, karena Covid-19. Jadi, pas sudah rilis, seminggu langsung disuruh tutup,” katanya. 

Tak menyerah dengan keadaan, Ridzky memanfaatkan kedekatan dengan konsumen yang pernah datang ke cafe nya untuk memberikan layanan pesan antar selama masa Covid-19.

“Jadi ya sudah, kita tutup dulu, kita ngejar konsumen yang sebelumnya sudah pernah ke sini, tapi dikirim. Jadi, kami yang jemput bola,” ucapnya. 

Kondisi itu, dialami selama satu tahun dari 2020 sampai 2021, hingga benar-benar Covid-19 mereda.

“Kan PPKM itu kan dua kali ya, pas awal 2020 sama sama awal sama 2021 kalau nggak salah,” katanya.

Setelah kondisi kembali normal, Neduh Kopi bertransformasi menjadi lebih nyaman untuk pengunjung dengan menata halaman dan menambahkan atap di luarnya. 

“Kalau sebelumnya kan bentuknya kayak kaki lima gitu ngampar duduk di kursi baso kayak gitu-gitu,” katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved